Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / EKONOMI / Larangan Peredaran Minyak Curah Dicabut

Larangan Peredaran Minyak Curah Dicabut

Diposting pada 09/10/2019, 14:02 WIT
PAKAI KEMASAN: Salah satu pedagang gorengan menggunakan minyak goreng kemasan. Ft putri/malut post
PAKAI KEMASAN: Salah satu pedagang gorengan menggunakan minyak goreng kemasan. Ft putri/malut post

Padahal Pedagang Siap Gunakan Minyak Kemasan

Peliput : Putri Citra Abidin
Editor : Bukhari kamaruddin

TERNATE - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan tidak jadi melarang peredaran minyak curah.Dengan kebijakan tersebut, tidak ada penarikan minyak curah dari pasaran. "Tidak ditarik. Jadi per 1 Januari 2020 harus ada minyak goreng kemasan di setiap warung, juga di pelosok desa," katanya seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya menteri perdagangan menyatakan pemerintah akan melarang peredaran minyak goreng curah di pasar mulai 1 Januari 2020. Sebagai gantinya minyak curah wajib menggunakan kemasan. Enggar mengatakan larangan diberlakukan karena peredaran minyak curah bisa membahayakan masyarakat. Sebab, kualitas minyak tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak melewati pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kebijakan tersebut menimbulkan reaksi dan penolakan. Salah satunya dari PP Muhammadiyah. Organisasi tersebut meminta pemerintah membatalkan niatnya untuk melarang peredaran minyak curah. Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengakui pelarangan memang dilakukan dengan tujuan bagus karena ditujukan untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Hanya saja, kalau dilakukan dalam kondisi seperti sekarang ini, kebijakan pelarangan peredaran minyak goreng curah bisa merugikan pengusaha kecil. Pasalnya, data PP Muhammadiyah, hampir 50 persen dari kebutuhan minyak goreng dalam negeri dikonsumsi dalam bentuk curah.
Mendag Enggar membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan karena pemerintah ingin melindungi masyarakat. Enggar menjelaskan secara definisi, minyak curah diproduksi produsen minyak goreng dengan turunan dari CPO. Minyak tersebut telah melewati proses refining, bleaching dan deodorizing di pabrikan.

Sementara itu agen minyak goreng curah tidak mempersoalkan rencana pemerintah untuk menghentikan penggunaan minyak curah. Kepada Malut Post,  sales agen minyak goreng curah, Hidup Baru, Merry Makpal mengungkapkan tidak keberatan, dan akan mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah.  “Yang jelas kita mengikuti dan akan menggantikannya dengan penjualan minyak dalam bentuk kemasan 1 sampai 2 liter,” katanya. Otomatis minyak refill kemasan juga akan dihentikan, apalagi yang  ukuran besar dan memungkinkan outlet menjual ulang dalam bentuk kemasan  plastik.  “Ini lantaran maraknya penjualan minyak curah dalam plastik tanpa merek dan legalitas dari BPOM.  Merry mengakui belum tahu pasti soal mereknya yang akan dijual nanti, lantaran masih fokus menghabiskan sisa stok minyak curah. “Memang harus beradaptasi, untuk yang di pasar tidak masalah, apalagi dari pabrik memproduksi dalam jumlah yang besar karena pikirnya mereka sangat terbantu dengan tidak perlu mengukur lagi,”terangnya.

Terpisah, pengelola Firma Agung, Aris malah menyatakan telah lama tahu informasi tersebut. “itu sih sudah lama, sejak zamannya pak SBY kira-kira di tahun 2014, hanya saja penerapannya yang masih ditunda,” katanya. Yang dilarang kan soal pedagang pasar eceran yang menuangkan kembali dalam bentuk kemasan plastik bening biasa. Dia sendiri tidak keberatan dengan kebijakan tersebut.   “Pada dasarnya sama saja, malah lebih baik, bersih dan timbangan atau ukurannya lebih jelas,” tandasnya.  Saat ini Firma Agung juga menjual minyak goreng kemasan, mereknya Bukit Zaitun ukuran 1 liter. Satu dus berisikan 12 dengan harga Rp 132 ribu per dus.

Di satu sisi, ada pedagang gorengan yang sudah menggunakan minyak goreng kemasan. “Saya tak lagi gunakan minyak goreng curah.  Saya pakai minyak goreng kemasan merek Sovia ukuran 18 liter. Harganya Rp 190 ribu,” tuturnya.(mg-05/cnn/onk).

Share
Berita Terkait

Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Turun

16/04/2019, 12:33 WIT

Ultah ke-56, Taspen Cegah Stunting

12/04/2019, 08:58 WIT

Basuki: Jangan Ambil Kerang

18/04/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan