Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / / Beras Palsu Diduga Beredar di Morotai

Beras Palsu Diduga Beredar di Morotai

Diposting pada 10/10/2019, 14:53 WIT
DIDUGA PALSU: Warga menunjukkan beras yang diduga palsu yang mereka beli dari toko beras di Daruba, Morotai SOFYAN TOGUBU/MALUT POST
DIDUGA PALSU: Warga menunjukkan beras yang diduga palsu yang mereka beli dari toko beras di Daruba, Morotai SOFYAN TOGUBU/MALUT POST

DARUBA – Sejumlah warga Pulau Morotai mengeluhkan tentang beras yang mereka konsumsi. Beras yang dibeli dari toko dan kios itu diduga palsu alias terbuat dari bahan lain yang tak ramah bagi tubuh. Pemerintah daerah diminta segera turun tangan menyelidiki dugaan tersebut.

Keluarga Kasim Bungan, warga Desa Daeo, Morotai Selatan, adalah salah satu yang jadi korban beras yang diduga palsu. Menurut Kasim, beras itu dibelinya dari salah satu toko beras di Kota Daruba sepekan lalu. “Karung berasnya warna kuning. Kami curiga berasnya palsu karena ketika dikonsumsi tidak berasa seperti beras pada umumnya. Berasnya juga tidak lembek seperti nasi setelah dimasak,” ungkapnya kepada Malut Post, Rabu (9/10).

Kecurigaan Kasim bermula saat ibunya memasak beras itu. Meski sudah dimasak berjam-jam, teksturnya masih tetap keras seperti beras mentah. “Setelah didinginkan, dipukul-pukul juga tidak hancur berasnya,” tuturnya.

Kasim mengaku, setelah memakan beras itu, ia sering sakit perut namun kesulitan buang air besar selama tiga hari. Kasim dan keluarganya pun memutuskan berhenti mengonsumsi beras tersebut. “Saya belum lapor masalah ini ke kepala desa atau dinas terkait. Berasnya masih ada di rumah. Kalau dari pihak dinas terkait mau lihat silahkan berasnya saya masih simpan dirumah," akunya.

Selain keluarga Kasim, rupanya fenomena beras yang diduga palsu ini juga dialami beberapa tetangga mereka. "Kalau tetangga saya itu bukan beli di Daruba. Mereka beli di salah satu kios di Daeo. Mereka mengeluh berasnya sama dengan beras kami," kata Kasim.

Kasim pun meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Pulau Morotai bisa turun tangan untuk memeriksa langsung. Dengan begitu bisa dipastikan apakah beras yang mereka beli palsu ataukah ada faktor lain di baliknya. “Kami bukan ahli untuk pastikan apakah beras ini plastik atau bukan. Karena itu kami harap dinas turun periksa, karena yang kami lihat di berita-berita soal beras plastik juga sama dengan yang kami alami. Harus dipastikan, masyarakat juga mulai resah,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Pulau Morotai, Hamima Hamisi yang dikonfirmasi terpisah mengaku beberapa tahun lalu pihaknya sudah pernah menelusuri ke pedagang di Morotai. Namun saat itu belum ditemukan adanya beras palsu. "Sekarang ini saya belum bisa mengatakan apa-apa karena saya belum melihat langsung,” kata dia.

Hamima pun mengimbau warga yang menemukan beras yang diduga palsu agar membawanya ke Disperindagkop untuk diperiksa. “Tolong bawa ke kantor Perindagkop. Kalau memang benar nanti
saya minta Satgas Pangan untuk turun ke lokasi. Satgas Pangan itu ada dari TNI AD," tutupnya.(tr-04/kai)

 

Share
Berita Terkait

Warga Antusias ke TPS

18/04/2019, 12:43 WIT

Oknum PNS Cabuli 3 Siswa SMP

24/02/2018, 09:57 WIT

Pembentukan Kodim Morotai Kian Dekat

26/09/2018, 09:10 WIT

Diduga Selingkuh, Guru Dianiaya

09/02/2018, 14:08 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan