Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / / Berkarya Kirim 4 Balon

Berkarya Kirim 4 Balon

Diposting pada 10/10/2019, 14:32 WIT
Hasil PLENO: penyerahan rekomendasi nama bakal calon  dari ketua penjaringan kepada  Ketua DPD Partai Berkarya. Ft ikram/malut post
Hasil PLENO: penyerahan rekomendasi nama bakal calon dari ketua penjaringan kepada Ketua DPD Partai Berkarya. Ft ikram/malut post

SANANA - DPD Partai Berkarya Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) ,mengusung 4 nama untuk dikirim ke DPP Partai Berkarya di Jakarta.

Keempat orang tersebut yakni Hendarata Thes, Asrul Gailea, Irham Sahlan yang mendaftar sebagai  Bupati, dan Basir Makian yang mendaftar sebagai Wakil Bupati. Usulan itu sesuai dengan hasil pleno penutupan penjaringan pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kepsul dalam pilkada serentak 2020, Senin (7/10).

Ketua Tim Penjaringan Efendi Gailea didampingi Ketua DPC Berkarya Sula Hamida Gay mengatakan, rapat pleno dilakukan setelah dibuka penjaringan 27 September - 2 Oktober.   Lanjut Efendi, hasil pleno tersebut akan diserahkan ke DPW Maluku Utara dan diteruskan ke DPP. Selanjutnya, keputusan menjadi wewenang DPP. Dia tidak menepis jika rekomendasi partai juga tergantung pada lobi politik yang dilakukan masing-masing kandidat. "Siapa yang nantinya akan direkomendasikan itulah yang akan kita ikuti, karena kita di daerah tidak memiliki hak untuk menentukan siapa yang diusung," jelas Efendi.

Ketua DPD Berkarya Kepsul Hamida Gay meminta kepada seluruh tim pengusung,  untuk memberitahukan kepada kandidatnya terkait pleno penutupan penjaringan. "Sekarang kita tinggal sampaikan ke DPW Malut," katanya.  Terkait dualisme penjaringan, Sekretaris DPD Berkarya Kepsul Fandi Lestahulu dikonfirmasi terpisah  menyatakan, penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang dilakukan kubu Sinen Naipon dinilai ilegal dan hanya mengatasnamakan partai. Pasalnya,selain masa tugas Sinen sebagai Plt  Ketua DPD Sula telah berakhir, Sinen juga tidak mengantongi rekomendasi dari DPP maupun edaran DPW. "Penjaringan yang dilakukan oleh saudara Sinen Naipon adalah proses penjaringan yang tidak memiliki legalitas, karena tidak memiliki rekomendasi dari DPP partai maupun surat edaran dari DPW," jelas Fandi.

Fandi bilang, rekomendasi dari DPP atas nama Hamida Gay. Atas dasar itulah mereka melakukan penjaringan.  “Penjaringan ini dibuka karena kami memiliki rekomendasi dari DPP, " tegasnya. (ikh/onk/pn).

 

Share
Berita Terkait

Tiga Pejabat Dicopot

22/02/2018, 11:59 WIT

Prabowo-Sandi Unggul di Lapas Sanana

18/04/2019, 12:56 WIT

Ayah Hamili Anak Kandung

28/11/2018, 12:32 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan