Minggu, 20 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Dapat Predikat Penghafal Terbaik dan Tercepat

Dapat Predikat Penghafal Terbaik dan Tercepat

Diposting pada 10/10/2019, 14:50 WIT
HAFIZ MUDA: Salsabila Azzahra (kiri) dan Fatimah Azzahra (kanan), dua hafiz asal Malut yang melanjutkan studi dan berhasil diwisuda di Yaman dengan predikat terbaik DOK PRIBADI
HAFIZ MUDA: Salsabila Azzahra (kiri) dan Fatimah Azzahra (kanan), dua hafiz asal Malut yang melanjutkan studi dan berhasil diwisuda di Yaman dengan predikat terbaik DOK PRIBADI

Salsabila dan Fatimah, Santri Malut yang Jadi Hafiz di Yaman

Pondok Pesantren Tahfidz Quran Hidayatullah Ternate selalu mengirimkan penghafal Alquran terbaik mereka untuk melanjutkan pendidikan di Yaman. Tahun ini, dua diantaranya diwisuda dengan predikat membanggakan.

Putri Citra Abidin, Ternate

SINERGI antara Pondok Pesantren Tahfidz Quran Hidayatullah Ternate dengan Ma'had Tahfidzul Qur’an Arraudah Goiil di Yaman telah melahirkan banyak hafiz asal Maluku Utara. Tahun ini, dua hafiz putri diwisuda, yakni Fatimah Azzahra dan Salsabila Azzahra. “Ini hasil kerja sama Pesantren Hidayatullah dengan Ma’had Arraudah Goiil,” ungkap Ustaz Saleh, Pimpinan Ponpes Hidayatullah kepada Malut Post, Selasa (8/10).

Fatimah dan Salsabila baru berusia 14 tahun. Namun keduanya telah menyelesaikan hafalan mutqin 39 juz. Dalam wisuda tahun ini, Fatimah dan Salsabila dianugerahi predikat sebagai hafiz terbaik dan hafalan tercepat. “Untuk santri putri, Fatimah dan Salsabila adalah satu-satunya yang mewakili Indonesia. Mereka melanjutkan studi di Provinsi Hadhramaut, Yaman,” sambung Ustaz Saleh.
Ponpes Hidayatullah mengirimkan 15 santri ke Yaman pada 2018. Saat ini, baru Salsabilah dan Fatimah yang diwisuda sebagai hafiz. Duo Salsabila-Fatimah diwisuda bersama 25 hafiz lain dari seluruh dunia. “Dari total 2.000-an santri dunia di situ, mereka berhasil diwisuda lebih dulu dengan predikat terbaik,” tutur Ustaz Saleh.

Harunya, dalam momentum membanggakan itu orangtua Salsabila, H. Bustam Amin dan Hj. Nurkumala Rahman, dan orangtua Fatimah, Nurdin Abdullah dan Nurlela, tak bisa hadir. Jarak jadi kendala. “Karena tidak ada yang mendampingi, makanya istri Syekh pimpinan Ma’had di Yaman yang mendampingi langsung keduanya,” tambah Ustaz Saleh. “Setelah wisuda 30 juz mutqin dengan gelar mumtaz, Fatimah dan Salsabila kini tengah persiapan pengambilan sanad hafalan,” paparnya.
Sanad adalah pewarisan hafalan Alquran 30 juz langsung dari Nabi Muhammad SAW, para sahabat, para tabiin, para tabiut tabien, para imam qiraaah (qiraah sab’ah), dan terus bersambung hingga generasi sekarang. Dengan adanya sanad maka keaslian dan keotentikan Alquran tetap terjamin sejak era hidupnya Nabi Muhammad SAW hingga hari kiamat kelak. Untuk mendapat sanad qiraah Alquran, seorang hafiz harus menyetor hafalan di depan syekh pemegang sanad qiraah penuh 30 juz, lengkap dengan tajwid dan qiraah yang benar.

Untuk memberangkatkan para santri ke Yaman, Ponpes Hidayatullah mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Ternate. Menurut Ustaz Saleh, salah satu ujian menghafal Alquran di Yaman dimulai sejak pukul 3 pagi hingga pukul 8 malam. “Untuk ujiannya, satu kali duduk setor dari juz 1 sampai 30, mulai dari jam 3 subuh sampai sesudah isya dengan rehat makan dan salat. Nah, untuk Salsabila tidak ada satu pun kesalahan setoran,” jelasnya.

Ayah Salsabila, H. Bustam Amin yang dihubungi Malut Post mengucapkan syukur atas prestasi yang diraih putrinya. Bustam yang tahun lalu ikut mengantar Salsa hingga ke Yaman juga menyatakan terima kasihnya untuk pihak pondok. “Kepada Ustaz Saleh dan semua civitas di Pondok Pesantren Hidayatullah serta semua yang terlibat, saya ucapkan terima kasih. Anak saya berupaya tetapi semua juga berkat dukungan doa dari teman-teman, sahabat, bahkan dari orangtua kami juga. Semoga Salsa bisa tetap mempertahankan ketekunannya,” ucapnya.

Bustam menuturkan, Salsabila sudah jatuh cinta dengan hafalan Alquran sejak kecil. “Sewaktu masih duduk di bangku sekolah kelas 3 SD itu sudah terinspirasi dari acara hafalan Quran di salah satu stasiun TV,” kenangnya. Selaku orangtua, Bustam dan istrinya pun memberikan dukungan penuh. Mereka mengirimkan Salsabila belajar ke salah satu taman baca Quran di Tangerang. “Baru saat SMP masuk ke Ponpes Hidayatullah,” kata Bustam.

Bustam dan sang istri berharap Salsabila dan Fatimah bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama anak perempuan lain. “Semoga bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Malut, terutama bagi anak perempuan, karena kebanyakan orang tahunya anak laki-laki ya yang jadi hafiz,” pungkasnya.(mg-05/kai) 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan