Kamis, 17 Oktober 2019

 Headline
MALUT POST / EKONOMI / Program JKN-KIS Harapan Baru Masyarakat

Program JKN-KIS Harapan Baru Masyarakat

Diposting pada 10/10/2019, 14:12 WIT
RASAKAN MANFAAT: Winda  memperlihatkan aplikasi mobile JKN. ft istimewa
RASAKAN MANFAAT: Winda memperlihatkan aplikasi mobile JKN. ft istimewa

TERNATE- Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama masyarakat tidak mampu.

Tak dapat dibayangkan bagaimana seseorang yang menderita suatu penyakit harus melakukan pengobatan sedangkan ia tidak mampu membayar biaya pengobatan. Dengan Hadirnya Program JKN-KIS masyarakat untuk bisa berobat tanpa memikirkan biaya pengobatan yang tinggi. Seperti yang dialami oleh Winda Nurul Christiani, peserta JKN-KIS segmen PPU. Winda biasa ia disapa menceritakan awalnya dia terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dan pengalamannya menggunakan Kartu KIS untuk melahirkan anak keduanya. “Saya terdaftar sebagai peserta karena suami saya bekerja sebagai PNS pada salah satu dinas di Kota Ternate. Saya menggunakan Kartu KIS untuk berobat 2 kali, yaitu saat ia sedang sakit dan saat melahirkan anak keduanya awal tahun 2019 lalu. Selama menggunakannya untuk berobat tidak ada kendala berarti dan tidak ada biaya tambahan yang dibayarkan” terang Winda seperti dilansir dari  jamkesnews, Kamis (26/9) di Mall Pelayanan Publik Kota Ternate.

Winda menambahkan tentang opini orang yang mengatakan jika berobat menggunakan Kartu KIS sangat ribet, dan pelayanan yang diberikan dibedakan dengan pasien umum tidaklah benar. Semua peserta baik peserta JKN maupun pasien umum, mendapatkan pelayanan yang sama, mulai dari pemeriksaan, pelayanan kamar rawat hingga obat yang diberikan. “Opini masyarakat tentang perbedaan pelayanan tidak benar, semua ditangani sama dengan baik tidak dibedakan mana pasien umum mana pasien JKN-KIS. Pelayanannya juga tidak seribet yang orang bilang, jika harus antri dan berobat di fasilitas tingkat pertama saya rasa masih bisa dipahami, dengan banyaknya orang yang sakit jika tidak di aturun tuk berobat di fasilitas tingkat pertama pasti akan ada penumpukan pasien dirumah sakit, jadi harus diprioritaskan mana penyakit yang hanya bisa diobati di rumah sakit,” tambah Winda.

Pada kesempatan yang sama, Winda juga mendapatkan sosialisasi mengenai fitur terbaru Mobile JKN oleh petugas BPJS Kesehatan, ia mengatakan bahwa Mobile JKN adalah cara BPJS Kesehatan untuk hadir lebih dekat kepeserta, melalui Aplikasi ini Peserta tidak perlu lagi antri di Kantor BPJS Kesehatan untuk mengetahui tentang info tentang BPJS Kesehatan, lokasi fasilitas kesehatan, status kepesertaan, tagihan peserta, ubah fasilitas kesehatan. “Saat petugas mensosialisasikan, saya langsung mendownload dan registrasi aplikasi Mobile JKN karena fitur-fitur yang ada didalamnya sangatlah membantu peserta, khususnya menu perubahan data karena untuk dapat merubah data selama ini peserta harus datang ke kantor BPJS Kesehatan terdekat pada hari kerja, tetapi dengan adanya Aplikasi Mobile JKN, peserta dapat merubah data kapanpun dan dimanapun tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan” ungkap Winda menutup perbincangan.(tr-02/onk).

 

 

Share
Berita Terkait

Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Turun

16/04/2019, 12:33 WIT

Ultah ke-56, Taspen Cegah Stunting

12/04/2019, 08:58 WIT

Basuki: Jangan Ambil Kerang

18/04/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan