Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Kodim Bangun Sekolah Rimba Suku Tobelo Dalam

Kodim Bangun Sekolah Rimba Suku Tobelo Dalam

Diposting pada 11/10/2019, 14:55 WIT
TNI: Personel TNI berpose dengan suku Tobelo Dalam.
TNI: Personel TNI berpose dengan suku Tobelo Dalam.

TIDORE - Pembangunan sekolah rimba untuk warga Tobelo Dalam di Desa Woda, Kecamatan Oba, telah dikerjakan dan saat tinggal tahap finishing. Sekolah rimba suku Togutil ini merupakan program kepedulian Kodim 1505 Tidore di bawah Komandan Kodim (Dandim) Letkol (Inf) Yayat Priatna Prihatina dan Kepala Staf Kodim (Kasdim), Mayor (Inf) Sihono.

Dandim 1505 Tidore melalui Kasdim Mayor Sihono mengatakan, berkat koordinasi pihaknya dengan Pemkot Tikep khususnya Pemerintah Desa Woda dan masyarakat, sehingga pekerjaan sekolah rimba ini dapat terlaksana dengan baik. Saat ini sudah ada tiga unit yang dikerjakan. Satu unit yang direncanakan sebagai taman baca yang dikembangkan menjadi bangunan serbaguna. Sehingga bisa digunakan sebagai tempat pembinaan oleh aparat desa kepada suku Tobelo dalam dan juga dipakai untuk perawatan kesehatan terhadap suku Togutil. Sementara untuk dua unit lagi digunakan sebagai tempat tinggal kepala suku atau orang yang dituakan dan satunya lagi diprioritaskan bagi mereka yang lebih layak untuk menempati. "Karena saat ini hutan tempat mereka tinggal terdapat bayi yang baru umur empat bulan, mungkin itu yang kita prioritaskan untuk ditempati," kata Kasdim saat meninjau pembangunan sekolah rimba ini pada Kamis (10/10) kemarin.

Tiga bangunan ini sampai saat ini hampir mendekati 100 persen pekerjaannya. Pihaknya juga membangun pula tempat ibadah berupa Musala dengan luas 4x5 meter. "Musala ini dibangun selain sebagai pembinaan mental masyarakatnya, dapat juga dipakai salat oleh masyarakat yang beraktifitas di sekitar sini, kalau masuk waktu salat bisa digunakan," tuturnya.

Pembangunan sekolah rimba suku Tobelo dalam ini dibangun di atas tanah milik Mahmud Kandari, warga Desa Woda. Mahmud Kandari atau dikenal dengan sebutan La Udu oleh masyarakat Desa Woda, telah banyak membantu suku Togutil. Bahkan dikalangan suku Togutil, La Udu lebih dikenal dengan sebutan Sobat. Kepedulian La Udu terhadap Suku Tobelo Dalam, patut menjadi contoh bagi pemerintah daerah. Pasalnya, dengan hidup yang serba pas-pasan, La Udu mampu menyisihkan sedikit rezikinya kepada mereka. Bahkan hal itu dilakukannya sudah sejak lama. Tak heran, jika La Udu menjadi jembatan komunikasi suku Togutil dengan masyarakat luar. "Saya kemudian bilang ke Dandim bangun di lokasi saya saja yang penting untuk suku Togutil. Karena mereka ini dibina oleh pesantren Hidayatullah sama-sama dengan Kodim Tidore," tuturnya.

Dirinya pun berharap dengan dibangunnya sekolah rimba itu bisa membuat ia dan suku Tobelo dalam ini lebih dekat. "Semoga lokasi yang sudah disiapkan ini mereka bisa sama-sama dengan saya seperti masyarakat pada umumnya," harapnya. Sementara itu, pembangunan sekolah rimba ini dianggarkan sebesar Rp. 58.873.490 bersumber dari anggaran dana desa (ADD) Desa Woda tahun 2019. (cr-03/pn/lex)

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan