Rabu, 20 November 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / 4 Jam Aksi, Warga tak Digubris Petinggi Pemkot

4 Jam Aksi, Warga tak Digubris Petinggi Pemkot

Diposting pada 15/10/2019, 14:15 WIT
TOLAK : Mahasiswa dan warga Kayu Merah saat menggelar aksi penolakan pembangunan tower SUTET dikawasan tersebut karena berdekatan dengan pemukiman warga, aksi digelar di depan Kantor Wali Kota Ternate, Kemarin (14/10).
TOLAK : Mahasiswa dan warga Kayu Merah saat menggelar aksi penolakan pembangunan tower SUTET dikawasan tersebut karena berdekatan dengan pemukiman warga, aksi digelar di depan Kantor Wali Kota Ternate, Kemarin (14/10).

TERNATE - Aksi gabungan mahasiswa dan masyarakat Kayuh Merah di depan kantor Wali Kota Ternate, terkait penolakan pembangunan proyek tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV yang dilakukan PLN  di lingkungan RT 12 Kelurahan Kayu Merah berakhir dengan kekecewaan. Pasalnya, massa yang berorasi sejak pukul 10.00 WIT hingga 14.00 WIT tidak digubris satu pun petinggi Pemkot.

    Koordinator Lapangan (Korlap) Reza Zidane Pora, dalam aksinya mendesak PLN melakukan mediasi dengan masyarakat terkait penolakan pembangunan SUTT. Sebab sejak perencanaan pembangunan hingga pekerjaan tidak pernah ada sosialisasi dengan masyarakat setempat. “ Mereka pernah melakukan pertemuan, tapi itu dengan masyarakat RT 14, sementara pembangunannya ada di RT 12,”kooarnya.

    Menurutnya, pembangunan SUTT sangat membahayakan masyarakat sekitar. Karena itu mereka mendesak agar pihak PLN memindahkan pembangunan tower SUTT. “ Dampak pertama adalah radiasi dan kedua soal struktur tanah yang tidak kuat kami khawatir bila longsor tower akan roboh dan menimpa warga,” tandasnya.

     Dalam aksi itu, mereka juga mempertanyakan, alasan Pemkot mengeluarkan izin pembangunan tower, tanpa meminta masukan dari warga yang bermukim di lingkungan sekitar. Apalagi izin yang dikeluarkan itu tanpa ada dokumen AMDAL,  UPL dan UKL. Pada itu merupakan syarat undang - undang tentang pengelolaan lingkungan hidup.

    Sebelumnya, terkait masalah ini masyarakat sudah menyampaikan gugatan ke pengadilan. Dalam putusannya, pengadilan memerintahkan pihak - pihak terkait dalam hal ini pemerintah kota, PLN dan masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini. “  

Tapi sampai sekarang pemerintah belum bertemu dengan masyarakat Kayu Merah khusus RT 12,” tukasnya.

    Dalam aksi itu, sambungnya, ada dua tuntutan yang disuarakan. Pertama, meminta Pemkot memberikan penjelasan terkait izin yang dikeluarkan, serta mendesak agar tower SUTT dipindahkan. Namun dalam aksi itu mereka mengaku sangat kecewa, karena tidak ada satupun petinggi Pemkot yang bersedia mereka temui. Karena itu mereka mengancam akan mendatangkan massa yang lebih besar untuk menggelar aksi lanjutan. “ Kami akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar,” ancamnya.

    Sementara itu, kepala Kesbangpol Kota Ternate Abdulah Sadik sempat muncul di lokasi aksi ketika massa hendak membubarkan diri. Namun tidak dilakukan hering. Abdullah hanya mengambil selebaran para masa aksi dan berjanji akan menyampaikan tuntutan itu ke wali kota." Sekarang wali kota lagi umrah, tapi saya bisa komunikasi untuk sampaikan masalah ini. Saya tidak punya kewenangan, paling tidak harus Sekkot yang hering dengan anda (massa aksi red). Tapi pak Sekkot juga ada kegiatan yang tidak bisa ditinggal, " tandasnya, memberikan penjelasan (udy/rul)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan