Rabu, 20 November 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Pelaku Crosshijaber Sudah Dua Kali Tertangkap

Pelaku Crosshijaber Sudah Dua Kali Tertangkap

Diposting pada 16/10/2019, 14:50 WIT
 MENYARU: AM, pelaku  crosshijaber yang diamankan polisi, Selasa (15/10). Selain berpakaian seperti perempuan, ia juga diduga terlibat pencurian ISTIMEWA
MENYARU: AM, pelaku crosshijaber yang diamankan polisi, Selasa (15/10). Selain berpakaian seperti perempuan, ia juga diduga terlibat pencurian ISTIMEWA

TERNATE – Polsek Ternate Selatan mengamankan seorang pemuda yang kedapatan mengenakan cadar dan berpakaian layaknya perempuan (crosshijaber). Pemuda berinisial AM (19) ini diduga terlibat pencurian. Menyamar jadi perempuan menjadi modus baru pelaku pencurian maupun aktivitas melanggar hukum lain yang saat ini tengah viral di Indonesia.

AM pertama kali digelandang ke kantor polisi oleh beberapa pemuda kemarin (15/10). Resky (23), salah satu saksi mengatakan, awalnya sekira pukul 00.00 WIT AM mendatangi indekosnya dan meminta izin bermalam. Ia datang lengkap dengan baju muslim syari dan cadar yang menutupi wajah. Menurut AM kala itu, kunci indekosnya di Akehuda dibawa adiknya. Resky pun mengizinkan.

Dilansir dari Kumparan, Resky kemudian mulai mencurigai gerak–gerik AM. Pasalnya, postur tubuh AM tampak seperti laki-laki. “Lalu dia bilang mau kunci pintu kamar karena mau salat tahajud. Tapi satu jam tidak dibuka-buka, makanya jadi tambah curiga,” ujarnya.

Resky dan teman-temannya pun memaksa masuk ke kamar. Begitu AM gagal menunjukkan kartu identitasnya, ia pun diminta dengan tegas menunjukkan sosok aslinya. AM yang ketakutan bakal dihajar akhirnya mengakui dirinya pria. Ia pun langsung digelandang ke kantor polisi.

Kabar diamankannya pelaku crosshijaber ini membuat beberapa warga mendatangi kantor polisi dan melaporkan tindakan pencurian yang diduga melibatkan orang yang sama. Yastri (21), salah satu mahasiswi kepada Malut Post mengatakan, ia dan teman-temannya menjadi korban pencurian sekitar seminggu sebelumnya. Kala itu, pelaku yang mengenakan cadar mendatangi indekosnya di Kelurahan Fitu, Ternate Selatan. “Dia datang Selasa pekan lalu. Pakai cadar hitam dan gelagatnya seperti perempuan baik-baik dan sangat sopan,” tuturnya.

Yastri dan teman-temannya pun tak curiga ketika diajak ngobrol pelaku. Si pelaku bilang hendak mencari teman yang disebutnya tinggal di tempat kos yang sama. “Dia bahkan ngobrol di dalam kamar kami. Sekitar 10 menit, lalu dia pamit,” sambungnya.

Sepeninggal pelaku, Yastri baru sadar jika ponsel Vivo-nya hilang. Namun pelaku sudah keburu kabur. Ia juga tak mengenali wajah pelaku. Namun begitu mendengar adanya pria bercadar yang diamankan polisi, Yastri ikut melaporkan kejadian yang menimpanya.

Kapolsek Ternate Selatan AKP Catur Erwin Setiawan yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendalami dugaan pelaku crosshijaber itu terlibat pencurian. Menariknya, AM sendiri sebelumnya sudah pernah ditangkap namun dibebaskan setelah berdamai dengan korban. “Waktu itu korban kasihan. Tapi sekarang tertangkap lagi jadi tetap kami proses,” ujarnya.
Saat ini, polisi juga sudah melakukan olah TKP di tiga tempat berbeda. Kapolsek membenarkan pelaku memanfaatkan penggunaan cadar untuk menyaru sebagai perempuan. “Modus lelaki pencuri itu menggunakan cadar dan berteman dengan korban yang rata-rata adalah perempuan berhijab. Saat korban lengah pelaku lalu menggasak barang milik korban," ungkapnya.

Menyimpang
Perilaku crosshijaber sendiri saat ini tengah naik daun di Indonesia. Viralnya perilaku ini lantaran faktor menyimpangnya ia dari kebiasaan dan aturan agama tertentu. Majelis Ulama Indonesia bahkan sudah menyatakan crosshijaber sebagai perilaku yang menyimpang dan haram.

Dosen Psikologi Syaiful Bahri mengatakan, secara psikologi seorang individu atau komunitas yang berperilaku dan bersikap tidak wajar tentu memiliki motif terselubung. Karena itu ia setuju jika pelaku crosshijaber ditindak tegas. “Seorang lelaki namun menggunakan hijab artinya ada gejala penyimpangan seksual terlepas dari modus kejahatannya,” ujarnya.
Syaiful mendesak perilaku seperti ini ditindak tegas karena meresahkan masyarakat, khususnya kaum wanita.

Dalam ilmu psikologi, sambung Syaiful, dikenal pula istilah fetish, yakni gangguan psikologi dimana seseorang cenderung memiliki kepuasan seksual jika melakukan hal-hal yang di luar kewajaran, misalnya seorang lelaki memiliki ketertarikan pada benda-benda yang digunakan perempuan seperti make up, pakaian dalam wanita, dan sebagainya. “Fetish ini dapat disembuhkan dengan berbagai macam terapi yang sudah dirancang khusus oleh psikolog ataupun psikiater,” kata dia.

Psikolog Dewi Fida menambahkan, ada dua jenis kelamin yang dikategorikan normal, yakni gender laki-laki dan perempuan. Jika ada fenomena transgender, itu karena orang tersebut kelebihan hormon feminim. “Teori pertama (yang membuat orang jadi transgender) ada kelebihan hormon feminim tapi juga bisa disebabkan lingkungan,” ujarnya.

Dari faktor lingkungan, jika seseorang banyak bergaul dengan orang yang punya wacana terkait pengakuan terhadap perilaku transgender maka lama kelamaan persepsi seseorang terhadap transgender jadi normal baginya. Menurut Dewi, dalam buku saku penyakit-penyakit mental, DSM IV, perilaku crosshijaber masuk kategori abnormal. Namun dalam DSM V, orientasi seksual gay, lesbian maupun transgender sudah digolongkan normal. “Dan ini menjadi gender yang ketiga. Karena itu ada komunitas yang sudah menghalalkan perilaku seperti itu. Namun kalau budaya timur, jelas transgender merupakan perilaku yang tidak normal,” pungkasnya.(rid/tr-02/kum/kai)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan