Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / INTERNASIONAL / 18 Orang Tewas dalam Kerusuhan, Ribuan Warga Chile Mogok Massal

18 Orang Tewas dalam Kerusuhan, Ribuan Warga Chile Mogok Massal

Diposting pada 25/10/2019, 14:09 WIT
Ribuan orang ikut dalam aksi massal di jalanan Santiago pada Rabu (23/10) waktu setempat (AP Photo/Rodrigo Abd)
Ribuan orang ikut dalam aksi massal di jalanan Santiago pada Rabu (23/10) waktu setempat (AP Photo/Rodrigo Abd)

Santiago - Ribuan warga Chile membanjiri jalanan ibu kota Santiago dan beberapa kota lainnya dalam aksi mogok massal. Aksi ini digelar beberapa hari setelah kerusuhan mematikan di negara tersebut menewaskan sedikitnya 18 orang.

Seperti dilansir AFP, Kamis (24/10/2019), aksi mogok massal ini diikuti para mahasiswa, profesor dan pegawai pemerintahan pada Rabu (23/10) waktu setempat. Mereka mengabaikan seruan Presiden Chile Sebastien Pinera untuk meredakan kekerasan.

"AKSI MOGOK DIMULAI! Kami mengatakannya dengan lantang dan jelas: cukup sudah kenaikan-kenaikan dan penyelewengan," tegas Workers' United Center of Chile, yang menggelar aksi selama dua hari bersama 20 kelompok lainnya. Di ibu kota Santiago, polisi mengerahkan sejumlah meriam air untuk membubarkan massa."Chile telah bangkit," demikian bunyi salah satu poster yang dibawa demonstran.

Slogan ini populer sejak aksi demo besar-besaran memprotes penderitaan sosial dan ekonomi di Chile digelar pekan lalu. Aksi itu juga memprotes kesenjangan yang besar antara si kaya dan si miskin.

Chile yang biasanya merupakan salah satu negara paling stabil di Amerika Latin, dilanda aksi kekerasan terburuk dalam beberapa dekade terakhir sejak unjuk rasa digelar untuk menolak kenaikan tarif layanan metro. Kenaikan tarif telah dibatalkan, namun unjuk rasa meluas secara dramatis.

Seorang bocah berusia 4 tahun dan seorang pria tewas pada Selasa (22/10) lalu, saat seorang pengemudi yang mabuk menabrak kerumunan demonstran. Satu korban lainnya dilaporkan tewas setelah dipukuli polisi, demikian menurut keterangan keluarganya. Dalam pidato publik pada Selasa (22/10) malam, Pinera meminta maaf atas kegagalan mengantisipasi dampak kerusuhan sosial.

Selain 18 korban tewas, sekitar 269 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam kerusuhan tersebut. Menurut Institut Nasional untuk HAM, sekitar 1.900 orang ditangkap dalam kerusuhan yang pecah saat aksi-aksi unjuk rasa sejak pekan lalu.
(nvc/ita)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan