Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Data Penerima PKH Kepsul Bermasalah

Data Penerima PKH Kepsul Bermasalah

Diposting pada 02/11/2019, 12:27 WIT
BUTUH PERHATIAN: Rumah keluarga tidak mampu di Kepulauan Sula. Ft dok/malut post
BUTUH PERHATIAN: Rumah keluarga tidak mampu di Kepulauan Sula. Ft dok/malut post

SANANA - Sebanyak 117 dari 2.256 data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) bermasalah.

Ini menyebabkan anggaran bantuan untuk penyaluran tahap III dan IV belum masuk ke sebagian rekening KPM. Pihak pendamping PKH dan Dinas Sosial mengambil langkah untuk menunda pencairan sampai validasi data kepesertaan selesai.

Pendamping PKH Kecamatan Sanana, Arsad Kailul menuturkan, masalah tersebut terjadi pada saat pihaknya melakukan verifikasi data kepesertaan. Menurut Arsad,  ada peserta yang namanya sebagai penerima namun rekeningnya atas nama orang lain. Seperti peserta atas nama Fitria Joisangadji, berdasarkan data Fitria termasuk penerima asal Desa Fogi namun rekening yang tercatat dalam data justru dengan nama Rena Sangaji. Hal yang sama juga terjadi pada peserta atas nama Basna Weu dengan nomor rekening atas nama Destiyanti La Utu. ”Ini merupakan data KPM 2015 dan terbawa sampai sekarang, jadi untuk pencairan 2019 mereka baru terima dua tahap, tahap III dan IV masih belum bisa,” katanya.

Meski saat ini anggaran bantuan telah dikirim ke rekening pemkab, namun penyaluran belum bisa dilakukan karena perbedaan data. ”

Sementara Fitria Joisangaji juga mempertanyakan terkait besaran dana yang menerima terima. Menurutnya, selama pencairan mereka hanya bisa menerima di bawah Rp 1 juta, namun pada mereka mem-print buku rekening, alokasi anggaran yang masuk ke buku tabungan senilai Rp 5 juta lebih. ”Ini yang kita heran karena kita tidak tahu padahal uang masuk sebanyak itu, ” kata salah satu keluarga kepada petugas.

Terkait itu, Arsad bilang, pihaknya telah mengkonfirmasi ke BRI selaku supervisor. Menurutnya, jumlah nominal yang terlampir dalam buku tabungan itu merupakan akumulasi seluruh bantuan sejak menjadi peserta. ”Karena bukunya baru dicetak sekarang sementara dananya sudah di transfers di rekening itu sudah lama,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Rifai Masuku menuturkan, untuk penerima PKH terbagi atas beberapa kategori. Untuk kategori PKH SD mendapat Rp 900 ribu per tahun, kategori SMP Rp 1,5 juta, SMA Rp 2 juta , lansia Rp 2,4 juta dan disabilitas Rp 2,4 juta, serta ibu hamil Rp 2,4 juta. Meski begitu lanjut Rifai, untuk penerima tahap ke IV tahun ini dikurangi. ”Pengurangannya langsung dari pusat, ”ujarnya.

Sebelumnya,  ibu hamil menerima Rp 600 ribu per tahap tersisa Rp 425 ribu, anak usia dini dari Rp 600 ribu menjadi Rp 425 ribu, anak SD Rp 225 ribu menjadi Rp 175 ribu, anak SMP Rp 375 menjadi Rp 275, SMA Rp 500 ribu menjadi Rp 350, disabilitas Rp 600 ribu menjadi Rp 425 dan lansia Rp 600 ribu berkurang menjadi Rp 425 ribu. ”Dan ini hanya berlaku di tahap IV di tahun ini,” pungkasnya. (ikh/onk).

Share
Berita Terkait

Tiga Pejabat Dicopot

22/02/2018, 11:59 WIT

Prabowo-Sandi Unggul di Lapas Sanana

18/04/2019, 12:56 WIT

Ayah Hamili Anak Kandung

28/11/2018, 12:32 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan