Jumat, 13 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / NASIONAL / Jenderal Idham Azis Resmi Jadi Kapolri

Jenderal Idham Azis Resmi Jadi Kapolri

Diposting pada 02/11/2019, 12:06 WIT
BERJABAT TANGAN: Jenderal Idham Azis saat berjabat tangan dengan mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian
BERJABAT TANGAN: Jenderal Idham Azis saat berjabat tangan dengan mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Novel Baswedan Pesimistis

Editor : Jufri Duwila

JAKARTA - Jenderal Idham Azis resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri)oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negera, Jumat (1/11).

Pelantikan Komisaris Jenderal Polisi yang sekaligus mendapat kenaikan pangkat menjadi Jenderal bintang empat, didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 97/Polri Tahun 2019 tentang pengangkatan Kepala Kepolisian RI.

Sebagai kapolri yang baru menggantikan Tito Karnavian, Idham juga meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar bisa menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya. "Saya akan meningkatkan dan melanjutkan pemantapan kerja sama dengan TNI, untuk bersama-menjaga menjaga keamanan, ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia," jelasnya.

Sementara di sisi lain, banyak pihak mengharapkan Jenderal Idham Azis yang baru saja dilantik menjadi Kapolri akan mampu mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Namun, Novel justru meragukan Idham akan mampu mengungkap kasus kekerasan yang telah mencederai mata penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Novel mengatakan, Idham sebelum menjabat Kapolri merupakan kepala Bareskrim Polri yang bertugas mengungkap kasus teror terhadap sepupu Gubernur DKI Anies Baswedan itu. Namun, hingga kini polisi belum mengungkap pelaku dan otak teror yang terjadi pada 11 April 2017 itu.
"Ya, berapa lama jadi Kabareskrim beliau (Idham, red) diam saja. Beliau bukannya enggak tahu seharusnya. Tentunya selain dari saya mengatakan bahwa sedikit agak pesimistis," kata Novel saat dikonfirmasi, Jumat (31/10).

Novel menambahkan, Idham ketika menjabat sebagai Kabareskrim juga memimpin Tim Teknis Polri. Tim itu dibentuk oleh Tito Karnavian sebagai Kapolri saat itu setelah memperoleh perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tim Teknis itu diberi mandat untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras Novel dalam waktu tiga bulan sejak Agustus 2019 hingga Oktober 2019. 

Meski kecewa, Novel masih memiliki harapan kepada Idham. Mantan polisi dengan pangkat terakhir kompol itu mendesak Idham segera mengungkap seluruh kasus teror kepada para pegawai KPK. (jpnn/jfr)

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan