Jumat, 15 November 2019

 Headline
MALUT POST / INTERNASIONAL / 200 Orang Tewas, PM Irak Disebut Setuju Mundur

200 Orang Tewas, PM Irak Disebut Setuju Mundur

Diposting pada 02/11/2019, 12:08 WIT
ADIL Abdul Mahdi (IRAQIYA TV via REUTERS)
ADIL Abdul Mahdi (IRAQIYA TV via REUTERS)

BAGHDAD - Perdana Menteri (PM) Irak Adil Abdul Mahdi disebut telah setuju untuk mengundurkan diri setelah terjadi demo antipemerintah selama berminggu-minggu. Pengunduran diri Abdul Mahdi diumumkan Presiden Irak Barham Salih.

Seperti dilansir CNN, Jumat (1/11/2019), Barham Salih menyampaikan hal tersebut dalam pidato yang disiarkan televisi TV Al-Iraqiya Irak. Dia mengatakan Abdul Mahdi telah setuju untuk mundur dengan syarat bahwa ada seorang penerus untuk menggantikannya.

"Perdana menteri telah setuju untuk mengundurkan diri," kata Salih, menambahkan bahwa Abdul Mahdi telah meminta "blok politik untuk mencapai alternatif yang dapat diterima" untuk "mencegah kekosongan."

Mahasiswa dan profesor Irak menggelar protes kepada pemerintah di pusat kota Diwaniyah pada Kamis (31/10). Sehari sebelumnya, salah satu ulama terkemuka Syiah yang juga politisi berpengaruh, Muqtada al-Sadr, telah mendesak pemungutan suara mosi tidak percaya pada Abdul Mahdi.

Demo berdarah terjadi di Irak selama sebulan terakhir. Demo ini dipicu keluhan lama tentang pengangguran, korupsi pemerintah, dan kurangnya layanan dasar seperti listrik dan air bersih.

Banyak warga Irak menyalahkan partai-partai politik berkuasa atas kesulitan ekonomi mereka. (dtc/jfr)

Share
Berita Terkait

E-Paper

Dahlan Iskan