Jumat, 15 November 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Pegawai Kemenkumham hingga Mahasiswa Diciduk

Pegawai Kemenkumham hingga Mahasiswa Diciduk

Diposting pada 05/11/2019, 15:01 WIT
NARKOBA: Konferensi pers Polda Malut terkait penangkapan 7 pelaku tindak pidana narkotika, Senin (14/11) HIZBULLAH MUJI/MALUT POST
NARKOBA: Konferensi pers Polda Malut terkait penangkapan 7 pelaku tindak pidana narkotika, Senin (14/11) HIZBULLAH MUJI/MALUT POST

TERNATE – Kepolisian Maluku Utara meringkus tiga tersangka kasus tindak pidana narkotika. Mereka adalah ZA alias I (26), MJA alias J (37) dan WA alias Wahyu (28). Ironisnya, WA merupakan kepala pos pengamanan Rumah Tahanan (Rutan) Soasio, Tidore Kepulauan.

ZA alias I yang berprofesi sebagai wiraswasta itu ditangkap di depan Bank Bobato Lestari di Kelurahan Kasturian, Kota Ternate Utara, pada 1 Oktober 2019 sekira pukul 23.30 WIT. Ketika itu, anggota Ditresnarkoba Polda memperoleh informasi dari masyarakat bahwa tersangka ZA alias I memiliki, menyimpan, menguasai, membeli, mengedarkan dan menjual Narkotika jenis Ganja dan akan melakukan transaksi narkotika.

Mendapat informasi itu, petugas langsung melakukan pengintaian terhadap tersangka. Setelah berhasil menangkap, petugas mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis ganja kering sebanyak dua sachet seberat 3,5 gram, satu buah kertas rokok warna putih yang berisi narkotika jenis ganja kering yang dibungkus dengan bungkusan rokok Marlboro merah dan satu ponsel merek iPhone. Narkotika jenis ganja kering tersebut disimpan dalam saku depan jaket yang dipakai tersangka.

Dari hasil interogasi, tersangka ZA mengakui bahwa ganja itu diperoleh dari UA Alias AU yang saat ini berada di ruangan tahanan Polres Ternate atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Sedangkan uang pembelian ganja ditransfer tersangka ZA ke rekening UA alias AU sebesar Rp 200 ribu.

Atas perbuatan itu, tersangka dikenakan Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penangkapan lain juga terjadi pada 23 Oktober 2019 lalu dengan tersangka berinisial MJA alias J. Ia ditangkap di Pelabuhan Semut Kelurahan Mangga Dua, Ternate Selatan. Di tangan tersangka, anggota Opsnal Ditresnarkoba Polda Malut mengamankan barang bukti narkoba berupa dua sachet plastik kecil narkotika jenis ganja kering dengan berat ± 1,91 gram.

Atas perbuatan itu, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1), Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU 35/2009.

Sehari kemudian, 24 Oktober 2019, anggota Ditresnarkoba Polda akhirnya menciduk WA alias Wahyu. Wahyu yang bertugas sebagai Kapospam di Rutan Soasio Tidore itu ditangkap di kawasan Pantai Tugulufa tepatnya di depan SPBU. Setelah ditangkap, anggota juga turut menyita barang bukti berupa 5 sachet kecil narkotika jenis ganja dengan berat 3,76 gram dalam sebuah pembungkus rokok Lucky Strike warna putih. Saat itu, pelaku mencoba menghilangkan barang bukti ganja dengan cara membuangnya. Setelah pembungkus yang dibuang diambil kembali oleh polisi dan diperlihatkan kepadanya, WA langsung mengakui barang tersebut miliknya.
Atas perbuatan itu, tersangka dikenakan Pasal 111 ayat (1), dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika.
Kasubdit I Ditresnarkoba AKBP Muhammad Irvan dalam konferensi pers kemarin (4/11) menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, WA alias Wahyu mengakui baru pertama kali menggunakan narkoba dan barang bukti seberat 3,76 gram itu dikonsumsi sendiri. “Jadi barang bukti ini didapat dari mana dan lainnya itu masih kami kembangkan, karena tersangka ini masih tertutup. Keterangannya juga masih berubah-berubah. Tapi urinenya positif narkoba,” kata Muhammad Irvan.

Sementara itu, Kepala Rutan Negeri Soasio juga telah diperiksa oleh Ditresnarkoba Polda Malut. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Resnarkoba Polda, Kombes (Pol) Setiadi Sulaksono saat ditemui di ruang kerjanya kemarin usai konferensi pers. “Kepala Rutannya juga sudah kami mintai keterangan soal keterlibatan WA alias Wahyu. Wahyu ini memang sudah sering ditegur, cuma agak bandel,” kata Setiadi menambahkan.

Menanggapi keterlibatan anggota dalam kasus narkotika itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Malut, Muji Raharjo menegaskan, oknum sipir tersebut pasti akan diusulkan untuk dipecat. Langkah itu merupakan komitmen dari Kemenkumham serta Dirjen Pemasyarakatan. “Kalau sudah dinyatakan terbukti bersalah oleh Pengadilan, pasti diusulkan untuk dilakukan pemecatan,” tegas Muji.

Ia menyebutkan, hak dari oknum sipir tersebut mulai berkurang. Seperti pemotongan gaji. Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tidak lagi menerima gaji 100 persen. “Itu memang ada aturannya. Yang jelas, kami usulkan untuk dipecat,” ungkap Muji.

Selain tiga tersangka yang ditangkap oleh Polda Malut itu, Polda Malut juga menghadirkan empat tersangka lainnya yang ditangkap oleh satuan Resnarkoba Polres Ternate. Empat tersangka itu adalah ES alias Keok (27), REP alias Eko (23) yang berstatus mahasiswa, FRA yang tidak lain adalah pegawai kontrak Bawaslu Halmahera Selatan dan ZAR dengan barang bukti satu paket plastik bening ukuran besar diduga berisi sabu seberat 165,65 gram.(aby/kai)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Dahlan Iskan