Jumat, 15 November 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Ayah Bos Karapoto Dituntut 10 Tahun

Ayah Bos Karapoto Dituntut 10 Tahun

Diposting pada 07/11/2019, 14:35 WIT
TUNTUTAN: Terdakwa Djunior Djoko Satrio alias Joko saat mengikuti persidangan dengan agenda tuntutan, Rabu (6/11) AKSAL MUIN/MALUT POST
TUNTUTAN: Terdakwa Djunior Djoko Satrio alias Joko saat mengikuti persidangan dengan agenda tuntutan, Rabu (6/11) AKSAL MUIN/MALUT POST

TERNATE – Djunior Djoko Satrio alias Joko, terdakwa kasus investasi Bodong PT Arta Puspa dan PT Karapoto, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Ternate, Rabu (6/11). Sidang yang dipimpin hakim Nova Loura Sasube tersebut beragendakan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU Feryani Duwila menegaskan, terdakwa Joko yang juga ayah kandung Direktur Utama Karapoto Fitri Puspita Hapsari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, turut serta menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin dari pimpinan Bank Indonesia. Pelanggaran ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU 10/1998 junto Pasal 55 KUHP junto Pasal 64 KUHPidana.

Atas kesalahannya itu, JPU menuntut Joko dipenjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar. Jika denda tersebut gagal dibayar, maka hukumannya diganti dengan kurungan badan 6 bulan.
Sidang Joko akan dilanjutkan pekan depan (13/11) dengan agenda pembelaan atau pleidoi.

Investasi Ubay Jaya
Sementara itu, pelaku investasi bodong CV Ubay Jaya Hastuti alias Chili dan Imeldawati Darjan alias Umma masing-masing dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsider penjara 6 bulan. Chili merupakan leader Ubay, sedangkan Umma bertugas sebagai tenaga administrasi.

JPU Mokhsin Umalekhoa menegaskan, Chili dan Umma terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa izin usaha dari pimpinan BI secara bersama-sama dan berlanjut.

Sama seperti Joko, sidang keduanya akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.(mg-07/kai)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Dahlan Iskan