Jumat, 15 November 2019

 Headline
MALUT POST / EKONOMI / Trayek Tol Laut Bakal Bertambah

Trayek Tol Laut Bakal Bertambah

Diposting pada 07/11/2019, 14:09 WIT
ILUSTRASI: Kapal cargo tol laut. Ft okz/onk
ILUSTRASI: Kapal cargo tol laut. Ft okz/onk

TERNATE- Trayek kapal tol laut di Maluku Utara (Malut) bertambah. Ini diakui Kadis Perhubungan Malut Armin Zakaria.

Dia menuturkan tahun ini diusulkan empat trayek baru. Pertama rute Tanjung Perak-Makassar-Kendari- Luwuk-Bobong dan Taliabu. Kedua Surabaya-Tidore-Matinting-Gebe-Weda-Maba dan balik lagi ke Surabaya. Ketiga Tanjung Perak- Makassar- Matui Jailolo-Galela dan Morotai. Terakhir adalah Tanjung Perak  Surabaya-Wanci-Namrole-Namlea-Sanana- Obi.

Dia menjelaskan ada tiga jenis tol laut, yaitu angkutan barang dan orang yang biasa disebut perintis yang melayani orang di pelosok seperti melayani di Halmahera. Kedua kargo yaitu barang yang melintasi Surabaya, Makassar dan masuk di Malut dan yang ketiga tol laut ternak yang dikhususkan melayani ternak. Namun tol laut ternak ini tidak ada di Malut karena hanya melayani NTT dan NTB yang merupakan daerah produksi ternak paling banyak, sehingga adanya tol laut ternak untuk pemasukan kebutuhan ternak secara nasional.

Tol laut ini tiap tahun ada revisi sehingga diharapkan dengan usulan tahun ini, dapat disetujui sehingga penambahan trayek baru tahun depan bisa berjalan,  karena Malut merupakan daerah kepulauan yang sangat membutuhkan transportasi laut. “Karena kehadiran tol laut ini untuk mempermudah masyarakat baik itu aktifitas dan biaya transportasi di Indonesia Timur yang terbilang tinggi. Tujuan adanya tol laut ini untuk bisa melayani di daerah-daerah yang belum ada kapal kargo swasta,” jelasnya.

Dia menambahkan selama ini ada isu terkait dengan monopoli tol laut angkutan barang dari oknum baik itu pihak dan asosiasi  tertentu yang isunya untuk Papua dan Maluku, kementerian mendapatkan itu sehingga sekarang dievaluasi agar tidak di monopoli satu operator saja, karena tol laut merupakan program pemerintah untuk permudah masyarakat baik itu biaya dan aktifitas masyarakat terutama di Indonesia Timur. (tr-02/onk).

Share
Berita Terkait

Tiket Mahal, Penumpang Pesawat Turun

16/04/2019, 12:33 WIT

Ultah ke-56, Taspen Cegah Stunting

12/04/2019, 08:58 WIT

Basuki: Jangan Ambil Kerang

18/04/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Dahlan Iskan