Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / 3 Petinggi NHM Diperintah Angkat Kaki

3 Petinggi NHM Diperintah Angkat Kaki

Diposting pada 12/11/2019, 15:17 WIT
KONSOLIDASI: Serikat Pekerja PT NHM saat melakukan konsolidasi menjelang mogok kerja besar-besaran mulai 18 November nanti PK FPE KSBSI PT NHM FOR MALUT POST
KONSOLIDASI: Serikat Pekerja PT NHM saat melakukan konsolidasi menjelang mogok kerja besar-besaran mulai 18 November nanti PK FPE KSBSI PT NHM FOR MALUT POST

Langgar UU Tenaga Kerja, Serikat Pekerja Ancam Mogok

TOBELO – Tiga petinggi PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) diperintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara untuk segera angkat kaki dari lokasi site Gosowong. Perintah ini diterbitkan lantaran ketiganya disebut melanggar Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Serikat pekerja NHM juga mengancam melakukan mogok kerja besar-besaran, salah satu penyebabnya adalah masih bertahannya para petinggi yang diminta meninggalkan site itu.

Ketiga petinggi tersebut adalah UG Operational Specialist Allan Victor Hilli, Direktur Operasional Phillip Holmes Hopkins dan Commercial Director Nicholas Paul Saunders. Dalam surat yang dilayangkan Disnakertrans 8 November 2019, ketiganya disebut melakukan aktivitas kerja yang tidak sesuai dengan jabatan yang tercantum dalam Izin Menggunakan Tenaga Asing (IMTA/Notifikasi). Surat Disnaker sendiri merupakan tindak lanjut atas surat Direktur Pengawasan Norma Kerja dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja Nomor R-5/668/AS.00.01/XI/2019 perihal Permohonan untuk Tindakan Keimigrasian terhadap tiga karyawan tersebut.

Atas pelanggaran terhadap Pasal 42 ayat (1) dan ayat (4) jo Pasal 185 UU Ketenagakerjaan, NHM diperintahkan membantu ketiga karyawannya tersebut untuk segera meninggalkan Gosowong. “Demi tegaknya pelaksanaan hukum di Indonesia,” demikian bunyi surat yang ditandatangani Kepala Disnakertrans Malut Ridwan Goal Putra Hasan.

Mogok Kerja
Masih bertahannya Hopkins dan Saunders juga menjadi alasan serikat pekerja NHM kembali melancarkan ancaman mogok kerja massal. Ancaman mogok tersebut dituangkan dalam surat PUK SPKEP SPSI dan PK FPE KSBSI PT NHM.

Dalam suratnya, Serikat Pekerja menyatakan manajemen PT NHM telah melanggar kesepakatan antara perusahaan dengan pekerja yang telah diteken 12 September lalu. Salah satu poin yang dilanggar adalah Pasal 3 angka 10 yang berbunyi “Pengusaha, Serikat Pekerja/Serikat Buruh serta seluruh pekerja wajib menjaga kelancaran operasional PT NHM selama periode sebelum dan sesudah divestasi”. “Pelanggaran yang dilakukan perusahaan adalah dengan memotong upah periode September 2019 para pekerja yang mengikuti mogok kerja 5-6 Agustus. Tindakan ini adalah provokasi dan intimidasi psikologis yang dapat menyebabkan terganggunya kelancaran operasional dan dapat dikategorikan pelanggaran terhadap kesepakatan bersama yang ditandatangani di Makassar September lalu,” ungkap Ketua PK FPE KSBSI PT NHM Iswan Ma’rus bersama Ketua SPKEP SPSI PT NHM Irfan Rasyid melalui rilis resmi yang dikirim ke Malut Post.

Tak hanya itu, Serikat Pekerja menyatakan manajemen NHM juga telah memberikan surat peringatan dan skorsing kepada karyawan yang ikut demo kala itu. Hal lain yang disesalkan Serikat Pekerja adalah masih bertahannya Hopkins dan Saunders di Gosowong. Aksi mogok kerja yang direncanakan dilakukan 18 November sampai 17 Desember ini dilakukan demi mengawal tuntutan para karyawan jelang divestasi NHM. "Karena pihak pemerintah melalui Provinsi Maluku Utara telah mengirim surat kepada PT NHM untuk meminta tiga petinggi untuk meninggalkan lokasi kerja site Gosowong ini berdasarkan surat dari Kemenakertrans," kata Iswan.

Iswan menambahkan, Serikat Pekerja melihat ada upaya manajemen untuk menghalang-halangi perginya ketiga petinggi tersebut. "Karena itu Serikat Pekerja PT NHM tetap konsisten untuk melaksanakan mogok kerja yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 November 2019 selama satu bulan sampai tuntutan dipenuhi," tegasnya.(cr-04/kai)

 

Share
Berita Terkait

TKA Tiongkok Kuasai Malut

26/01/2019, 15:24 WIT

Oknum Anggota DPRD Halut Pesta Miras

06/02/2018, 15:55 WIT

Tutup Tambang Roko

07/02/2018, 13:57 WIT

Ketua KPU Halut Nyaris Dipukul Napi

18/04/2019, 13:16 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan