Kamis, 12 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Diprotes

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Diprotes

Diposting pada 13/11/2019, 14:12 WIT
AKSI:Massa Solidaritas Peduli Jaminan Kesehatan Maluku Utara (SPJK MU) saat menggelar aksi di depan kawasan taman Landmark, Selasa (12/11).
AKSI:Massa Solidaritas Peduli Jaminan Kesehatan Maluku Utara (SPJK MU) saat menggelar aksi di depan kawasan taman Landmark, Selasa (12/11).

TERNATE-Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan menuai protes dari berbagai kalangan. Hal ini dikarenakan iuran yang seharusnya membantu rakyat untuk memperoleh layanan kesehatan yang murah dan terjangkau sudah tidak lagi dirasakan.

Bahkan dianggap membebani rakyat miskin. Demikian disampaikan massa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Jaminan Kesehatan Maluku Utara (SPJK MU) dalam aksi di kawasan taman Landmark, Selasa (12/11). Menurut massa aksi, kenaikan iuran BPJS kesehatan yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 75 tahun 2019 sangat tidak rasional. Pasalnya, iuran BOJS kesehatan untuk kelas 3 yang naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 dan kelas II, dari Rp51.000 menjadi Rp110.000 disusul kelas I Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 telah menyengsarakan rakyat miskin. Bagi massa aksi, kenaikan iuran BPJS kesehatan bukanlah solusi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, melainkan menambah beban disektor ekonomi. "Karena itu, kami menolak dan meminta agar Perpres yang diterbitkan dibatalkan sebab kenaikan BPJS kesehatan bersebrangan dengan UUD 1945,"teriak Firdawati Naba, koordinator aksi dalam orasinya.

Pihaknya juga mendesak DPR RI bersikap dan meminta presiden Jokowi untuk membatalkan Perpres nomor 75 tahun 2019 yang telah diterbitkan. Setelah menggelar aksi sekitar 2 jam, massa lalu membubarkan diri.(mg-03/aji)

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan