Kamis, 12 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / OPINI / Krisis Moralitas

Krisis Moralitas

Diposting pada 13/11/2019, 14:09 WIT

M. Sahlan Adnan

Ketua Umum Ikatan  Pelajar Mahasiswa Kebun Raja (IPMAKER)

PADA abad 21 ini perkembangan yang begitu menjulang tinggi, namun kita harus lebih banyak melihat akan perilaku generasi anak muda  yang semakin merosot,  sebab ini akan menjadi penentu atau pengemudi di daerah kita nanti, karena moralitas adalah salah satu jembatan agar seseorang dapat mengambil sikap yang memadai. Akan  tetapi hal itu butuh dorongan yang lebih fundamental, salah satunya dari orang tua, karena di saat ini kita telah terbius oleh zaman atau telah hilang rasa yang harusnya tertanam di dalam diri kita. 

Perlu kiranya kita mengetahui bahwasanya kondisi sosial dapat membentuk karakter dan perilaku sosial, sebab jika kita hidup dalam lingkungan orang-orang baik maka kita pun akan baik, begitu sebaliknya, di lingkungan buruk maka kita pun akan terjerumus seperti mereka. Untuk itu tingkah laku yang baik harus kita miliki untuk membedakan manusia dengan hewan. Artinya dengan perkembangan pendidikan, teknologi, kesehatan, kebudayaan dan lainnya, yang begitu pesat bukan berarti moralitas semakin dangkal.  

Segala sesuatu yang berubah atau terjadi baik secara universal atau pun individu itu karena perbuatan dan kebiasaan kita, sehingga baik buruknya barsumber dari  kita, ada  hal mendasar yang mengelabui kita selaku masyarakat modern, sehingga kita hanyut dalam krisis moralitas, yakni perkembangan alat teknologi dan masuknya budaya barat yang memberikan pengaruh besar, bukan berarti kita menolak perkembangan yang meng-global ataupun menolak akulturasi, namun kebudayaan saling mempengaruhi, sebagaimana yang disampaikan seorang budayawan Haidar Bagir. ”Negeri kita sudah lama kosong strategi budaya dan jangan salah kekosongan ini bukan berarti perkembangan budaya berjalan sendiri melainkan vakum, yang ada akan disesaki  budaya asing yang belum tentu sejalan secara organis dengan budaya kita”. Tanpa sadar, kita telah banyak mengonsumsi budaya asing dan telah melupakan budaya yang kita miliki, jati diri kita yang sebenarnya telah hilang. Ini menjadi persoalan yang  harus dijawab karena inilah yang kita alami.

Sebab pengaruh budaya asing ini juga dapat membentuk perilaku serta moralitas kita, tapi pada prinsipnya kita berbeda baik dari ideologi maupun budaya. Maka dari itu untuk menuntaskan krisis moralitas yang dialami saat ini, kita harus matang dalam strategi untuk membendung pengaruh yang berdampak buruk buat generasi saat ini dan kita harus sama-sama mengembalikan marwah negeri ini. (*)

   
   
  

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan