Kamis, 12 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / OPINI / Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Diposting pada 15/11/2019, 14:39 WIT

MEMASUKI triwulan tiga 2019, ekonomi Maluku Utara (Malut) terperosok sangat dalam. Bahkan berada di bawah tingkat pertumbuhan ekonomi Nasional. Padahal sejak beberapa tahun terakhir ini, ekonomi Malut selalu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Nasional.

Ekonomi Malut triwulan III-2019 bila dibandingkan triwulan III-2018 (y-on-y) hanya tumbuh 4,12 persen. Padahal secara nasional pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5.02 persen. Dengan demikian secara kumulatif hingga triwulan tiga ekonomi Malut tumbuh 6,40 persen. Pertumbuhan ekonomi triwulan tiga ini terendah dibandingkan dua triwulan sebelumnya. Triwulan pertama ekonomi Malut tumbuh 7,59 persen, triwulan kedua tumbuh 7,49 persen. Jika dirunut lebih jauh di 2018, tahun ini pertumbuhan ekonomi Malut lebih rendah. Di triwulan satu 2018, ekonomi Malut tumbuh 7,98 persen, triwulan dua 7,31 persen, triwulan tiga naik mencapai 8,17 persen. Kumulatifnya triwulan satu sampai tiga 2018 mencapai 7,80 persen.

Kondisi ini berbanding lurus dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Malut. Di mana  TPT Malut mengalami peningkatan dari 4,77 persen pada Agustus 2018 menjadi 4,97 persen pada Agustus 2019.  TPT yang mengalami peningkatan mengindikasikan, bahwa pada Agustus 2019 serapan tenaga kerja lebih rendah dibanding Agustus 2018. Pada Agustus 2019, TPT Malut lebih tinggi di wilayah perkotaan dibandingkan wilayah perdesaan. TPT di daerah perkotaan pada Agustus 2019 yaitu sebesar 6,51 persen, naik sebesar 0,94 persen poin dibandingkan Agustus 2018 sebesar 5,57 persen. Sementara itu TPT di daerah perdesaan pada Agustus 2019 (4,38 persen) turun sebesar 0,1 persen poin dibandingkan Agustus 2018 sebesar 4,48

Di sisa waktu ini pemerintah baik Pemrov Malut dan Pemkab/Pemkot harus bekerja keras mengembalikan posisi pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih baik lagi. Paling tidak harus di atas pertumbuhan pada tahun lalu. Regulasi yang mendukung investasi dan menciptakan iklim kerja yang sehat harus ditelorkan. Dan yang lebih penting, pengembangan sektor pertanian menjadi fokus utama.

Sebab dari penduduk bekerja di Malut yang berjumlah 522,4 ribu orang, sebanyak 220,3 ribu orang bekerja pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan. Pemda harus fokus membangun ekonomi, jangan lagi fokus ke hal-hal berbau politik, yang tidak ada faedahnya bagi masyarakat banyak. Semoga ekonomi Malut di triwulan empat bisa kembali ke tren positif. (*).

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan