Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Jadi Mitra Strategis bagi Pemerintah Provinsi

Jadi Mitra Strategis bagi Pemerintah Provinsi

Diposting pada 18/11/2019, 15:28 WIT
PENGUKUHAN: Gubernur Malut AGK saat kukuhkan PB Sibualamo Malut di Du’afa Center, Jumat (15/11.PB SIBUALAMO FOR MALUT POST
PENGUKUHAN: Gubernur Malut AGK saat kukuhkan PB Sibualamo Malut di Du’afa Center, Jumat (15/11.PB SIBUALAMO FOR MALUT POST

PB Sibualamo Malut Resmi Dikukuhkan

Hadirnya paguyuban Sibualamo dinilai sebagai media silaturahmi dan sekaligus mitra strategis pemerintah provinsi Maluku Utara. Ini harus dipelihara. Pemprov tentu merasa terbantu dan menjadikan Sibualamo sebagai mitra strategis.
 

GUBERNUR Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) secara resmi mengukuhkan Pengurus Besar Sibualamo Provinsi Maluku Utara (PB Sibualamo Malut), di Duafa Center, Ternate, Jumat (15/11) malam. Pengukuhan ini mengusung tema "Sibualamo Dalam Perspektif Bhineka Tunggal Ika". Dalam surat keputusan Badan Pengurus Sibualamo Maluku Utara nomor: 01/KPTS/SMU/X/2019, tanggal 25 Oktober 2019 tentang Pengangkatan Badan Pengurus Sibualamo Maluku Utara periode 2019-2024, ditetapkan Ketua Umum Saifuddin Djuba, Wakil Ketua Bidang Konsolidasi Politik Irine Yusiana Roba Putri, dan 15 wakil ketua lainnya. Sekretaris Umum Abdul Hasan Tarate dan enam wakil sekretaris lainnya, serta Bendahara Umum Said Banyo serta tiga wakil bendahara. Selaku Ketua Dewan Penaseha Sibualamo, AGK mengapresiasi hadirnya paguyuban Sibualamo sebagai media silaturahmi dan sekaligus mitra strategis pemerintah provinsi Maluku Utara.

Moloku Kie Raha kaya dengan beragam suku, etnis, agama, dan budaya. Oleh karena itu Gubernur mengajak kepada semua pihak agar senantiasa bersyukur dan bangga dengan kekayaan tersebut. Gubernur dua periode ini berharap, pengurus Sibualamo yang baru saja dikukuhkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Menjadi pengurus yang amanat dan dipercaya.
"Bersama Pemerintah, mari bergandeng tangan untuk berkontribusi positif dalam mengatasi berbagai persoalan sosial yang timbul, yang dapat merugikan dan menghambat kemajuan daerah ini," harapnya.

Sementara Ketua Umum Sibualamo Saifuddin Djuba menyebut, dalam peradaban kehidupan orang Galela, dimana Bangsaha sebagai rumah peradaban orang Galela dan Halu sebagai rumah peradaban orang Tobelo. Kedua rumah ini kemudian diterima sebagai Dodolom Matahu atau rumah pertemuan yang dalam dialek Galela disebut "Sibualamo" sedangkan Tobelo menyebut "Hibualamo", kedua-duanya bermakna Rumah Bersama.

Orang Tobelo dan Galela, kata Saifuddin, selalu bercermin pada filosofi "Tona Malangi" yaitu batas tanah yang menjadi dasar atau alasan peradaban Tobelo dan Galela, dimana adat dan tradisi telah menjadi satu dalam sebutan Tobelo Galela. "Orang Tobelo Galela juga terikat dengan bingkai sejarah, tidak bisa dipisahkan sebagai pewaris kerajaan "Moro". Di mana Tobelo dan Galela disebut Morodina sedangkan generasi yang menyebar ke pulau-pulau seberang disebut Morodadi. Jejak-jejak para canga lah di situ Morodai," sebut Kepala BPBJ Setda Provinsi Malut ini.

Hadir dalam acara ini, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba, Wakil Komandan Satuan Brimobda Malut AKBP Jafar Sadik Zainal, Bupati Halsel Bahrain Kasuba, Anggota DPRD Kota Ternate Marlisa A Marsaoly, para tokoh Togale, dan masyarakat ratusan masyarakat Togale.
Sementara Ketua Panitia said Banyo menyatakan, Kegiatan ini hanya semata-mata 'posi Poturu Nanga Biliku Atau Nanga Ninikutu' sehingga kabar masa lampau tidak lagi terulang pada masa sekarang. "Sibualamo dapat kami maknai adalah 'Tahu Lamo' (rumah besar) yang menjadi wadah saling berbagi antar sesama generasi canga duduk sama rendah berdiri sama tinggi," ucapnya. "Dalam wadah ini juga kita lestarikan gagasan-gagasan masa lampau yang penuh dengan ikrar- ikrar kebenaran dan kebaikan 'O Ngopa Deo Dano," tambahnya.

Lanjut Said, perkumpulan ini bukan bertujuan untuk mempertentangkan gagasan pihak Tobelo yang menyebutnya “Hibualamo” dan pihak Galela menyebutnya “Sibualamo”. Dua kata ini memiliki makna yang sama, tujuan yang sama, falsafah hidup yang sama 'adat Deo Atorang Posi Goko Dan Posi Tiai'."kami inginkan bahwa dalam perkumpulan ini ada darah Morotai, ada darah Tobelo, ada darah Galela, ada darah Kao, ada darah Loloda, ada darah Tobaru, ada darah Waiyoli, ada darah Sawai bahkan sedapat mungkin menghimpun generasi Gamrange (Weda Patani Maba), generasi Gamromtoha atau 5 (lima) negeri (Gane, Mafa, Wosi, Saketa, Foya) juga ada dari Sulabesi," ucapnya.

Karena itu, tujuan dari kegiatan ini untuk menyatukan pikiran dan eksistensi generasi Sibualamo di zazirah Moloku kie Raha. "Sebagai titik awal membentuk kepengurusan di tingkat propinsi, dan kabupaten/kota se-Maluku Utara dan sebagai medium berkumpul, berkomunikasi, para sesepuh dan seluruh Generasi “CANGA” se Maluku Utara," tukasnya.(cr-01/adv/yun)

 

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan