Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Ardiansyah “Karapoto” Tertangkap

Ardiansyah “Karapoto” Tertangkap

Diposting pada 18/11/2019, 15:29 WIT
TERCIDUK: Komisaris Utama Karapoto, Ardiansyah (bertopi) saat digelandang ke Mapolres Ternate untuk dititipkan di tahanan Polres, Minggu (17/11) ALFATAH IBRAHIM FOR MALUT POST
TERCIDUK: Komisaris Utama Karapoto, Ardiansyah (bertopi) saat digelandang ke Mapolres Ternate untuk dititipkan di tahanan Polres, Minggu (17/11) ALFATAH IBRAHIM FOR MALUT POST

TERNATE – Pelarian Ardiansyah alias Ar berakhir. Kurang lebih delapan bulan bertualang menggelapkan miliaran rupiah milik nasabah PT Karapoto Financial Technology, Sabtu (16/11) kemarin Komisaris Utama Karapoto itu diciduk Tim Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut di Ternate. Suami dari Direktur Karapoto yang sudah jadi terdakwa, Fitri Puspita Hapsari itu diketahui masuk Ternate menggunakan kapal laut agar tak terdeteksi petugas keamanan.

Ardiansyah dinyatakan sebagai buronan sejak 22 Maret 2019 lalu. Penangkapannya dilakukan di Kelurahan Tabam, Kecamatan Ternate Utara. Kasubdit II AKBP Edi Sugiharti memimpin langsung penggerebekan tersebut.

Edi menyatakan, berdasarkan pengakuan Ardiansyah, ia baru tiba dari Jakarta menggunakan transportasi laut. Ardiansyah sengaja tidak menggunakan pesawat terbang karena mengetahui dirinya sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Ia juga tahu tentang pencekalan dirinya sehingga memilih kapal laut sebagai alternatif. “Selanjutnya tersangka dilakukan pemeriksaan. Sebelum dilakukan penahanan yang dititipkan di sel tahanan Polres Ternate, tersangka sempat dibawa ke RS Bhayangkara Ternate untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dokter menyatakan tersangka dalam kondisi sehat,” kata Edi kepada awak media, Minggu (17/11).

Ardiansyah sendiri ditetapkan sebagai DPO setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik melalui hasil gelar perkara. Ia juga tidak memenuhi panggilan penyidik selama tiga kali berturut-turut.
Berdasarkan hasil gelar perkara itu, Ardiansyah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 46 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah menjadi UU 10/1998 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara.

Selama menjadi DPO, Ardiansyah dinilai cukup lihai dalam menggunakan ITE. Pasalnya, jejak digitalnya diakui polisi tak terdeteksi, baik melalui akun Facebook maupun Instagram.
Namun penyidik Subdit II di bawah pimpinan AKBP Edi Sugiharto tidak menyerah begitu saja. Polisi mempersempit ruang gerak Ardiansyah dengan menetapkannya sebagai DPO dan melakukan pencekalan. Akhirnya, dari hasil penyelidikan maksimal yang dilakukan, Ardiansyah diketahui kembali ke Ternate menggunakan kapal laut rute Jakarta-Ternate. “Selanjutnya kami akan maksimalkan berkas perkaranya untuk segera dilimpahkan tahap I ke Jaksa karena saksi-saksi dan alat bukti sudah cukup,” terang Edi.

Terpisah, penangkapan tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Reskrimsus Polda, AKBP Alfis Suhaili. “Saya mengapresiasi kinerja penyidik Subdit II yang sudah berupa keras untuk mengungkap dan menemukan pelaku yang selama ini sulit untuk ditemukan,” singkatnya mengakhiri.(aby/kai)

 

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

07/09/2019, 12:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan