Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Siswa dan Guru SMA N 29 Gelar Aksi

Siswa dan Guru SMA N 29 Gelar Aksi

Diposting pada 19/11/2019, 14:28 WIT
 AKSI:Para guru dan siswa saat menggelar aksi protes dan penolakan pergantian Kepsek, Senin (18/11) di halaman sekolah.
AKSI:Para guru dan siswa saat menggelar aksi protes dan penolakan pergantian Kepsek, Senin (18/11) di halaman sekolah.

Tolak Kepsek Baru, Aktivitas Belajar Dihentikan

Editor : Fitrah A Kadir

Peliput : Samsir Hamjen

LABUHA-Para siswa dan siswi serta dewan guru SMA N 29 Halsel menggelar aksi. Reaksi yang ditunjukan merupakan bentuk protes atas pergantian Kepala Sekolah (Kepsek). Sekolah yang berada di desa Larambati kecamatan Kayoa Utara ini menolak Aswia Abdul Mutalib sebagai Kepsek yang baru saja diganti. Posisi Aswia menggantikan Nasrun Rahman, Kepsek sebelumnya. Aksi yang dilakukan para siswa dan guru pada Senin (18/11) membuat aktivitas belajar-mengajar, lumpuh. Dalam aksinya, mereka menuntut agar Nasrun Rahman dikembalikan sebagai Kepsek.  

"Kami meminta Kepsek yang baru segera ditarik, dan jika bapak Nasrun tidak dikembalikan maka kami akan terus memboikot aktifitas belajar-mengajar,”teriak sejumlah guru. Penolakan Aswia Abdul Muthalib karena yang bersangkutan dinilai memiliki rekam jejak yang buruk saat menjabat sebagai Kepsek SMA 32 yang berlokasi di desa Dolik, kecamatan Gane Barat Utara. "Kepsek bermasalah kenapa harus dipindahkan ke sini (SMA N 29, red). Ini justru menambah masalah,”keluh para guru. Aksi para guru dan siswa juga mendapat tanggapan sejumlah orang tua siswa serta tokoh pemuda desa Larambati.  Warga Larambati mengaku prihatin dengan kondisi SMAN 29 yang lumpuh dari aktivitas belajar-mengajar. Karena itu, warga mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) provinsi agar segera menyikapi persoalan SMA N 29. “Kami mendesak sekaligus berharap agar Dikbud bijak dalam menyikapi persoalan ini dengan cerdas, kalau tidak anak kami yang rugi lantaran tidak bisa mengikuti pelajaran. Penunjukan Kepsek harus yang benar-benar berkualitas dan mumpuni,”cerca Uchal Jusan Taib, tokoh pemuda desa Larambati. Apabila persoalan ini tidak disikapi secara bijak dan cepat, maka sebagai masyarakat menilai Dikbud gagal dalam meningkatkan mutu pendidikan di Halsel, terutama Kayoa. “Sebagai instansi yang bertangungjawab, Dikbud harus turun dan menjawab persoalan serta mengambil langkah tegas, cerdas dan cepat,”pintanya.

Sementara itu, Aswia Abdul Muthalib selaku Kepsek ketika dikonfirmasi via hanphone, enggan merespon pertanyaan dan panggilan wartawan hingga berita ini ditulis.(sam/aji)

 

Share
Berita Terkait

Lahir di Tengah Gempa

24/07/2019, 14:21 WIT

Video Mesum Siswi SMP Tersebar

12/01/2019, 11:46 WIT

Mahasiswi Tewas Saat Memotret

06/03/2018, 12:01 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan