Minggu, 15 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / HUKUM / Terdakwa Investasi Bodong Divonis 10 Tahun

Terdakwa Investasi Bodong Divonis 10 Tahun

Diposting pada 20/11/2019, 14:30 WIT
PUTUSAN: Suasana sidang putusan kasus investasi bodong PT Arta Puspa
PUTUSAN: Suasana sidang putusan kasus investasi bodong PT Arta Puspa

TERNATE- Leader PT Arta Puspa, Nurrizkiah Juliyanty alias Anti, menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Ternate, kemarin (19/11). Pada sidang yang dipimpin Hakim Rahmat Selang tersebut, terdakwa Anti dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Tidak hanya itu, terdakwa juga dihukum membayar denda Rp 10 miliar, subsider 6 bulan kurungan.

Terdakwa hanya tertunduk dan meneteskan air mata ketika hakim membacakan putusan. Dalam putusan terungkap bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menghimpun dana dari masyarakat tanpa ada izin dari Bank Indonesia (BI), atas perbuatan terdakwa merugikan dan meresahkan masyarakat.

Hakim menegaskan terdakwa Nurrizkiah Juliyanty alias Anti terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa ada izin usaha dari pimpinan Bank Indonesia secara berlajut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 46 ayat (1) junto pasal 16 Undang-Undang Republik Indonesia (RI) nomor 10 tahun 1998 perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan junto pasal 55 ayat (1) ke-1 junto pasal 64 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Hakim menetapkan lamanya masa penangkapan dan penahan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan. Hakim juga memerintahkan agar jaksa menjadikan barang bukti untuk bukti pada perkara yang ada hubungannya dengan masalah tersebut dengan pelaku lain. Barang bukti tersebut berupa satu lembar foto copy kuitansi penyetoran uang dari Asri Marasabesy tanggal 12 Februari 2018 yang ditandatangani Nurrizkia, satu lembar foto copy kertas memo tanggal 26 April 2018 atas nama Asri Marasabesy, satu lembar foto copy kertas memo tanggal 11 Juni 2018 atas nama Asri Marasabesy, satu buah buku catatan nasabah atau pemberi modal dengan warna ungu corak batik, satu lembar kertas berwarna orange tertulis tanggal 25 Mei 2018 Asrin Gailea, Rp 110,000,000, 3 Agustus 2018 Rp 187.000.000, satu lembar kertas berwarna hijau tertulis tanggal 07-06-2018 Asrin Gailea, Rp 150.000.000, 31 Juli 2018 Rp 225.000.000, satu lembar kertas berwarna putih tertulis tanggal 23-05-2018 Asrin Gailea, Rp 42.000.000, 16 Juli 2018 Rp. 63.000.000, satu berkas rekening koran Bank Mandiri dengan nomor Rekening : 150-000422608-8 an. Nurrizkiah Juliyanty, satu berkas rekening koran Bank BRI dengan Nomor Rekening 010301000711568 an. Nurrizkiah Juliyanty, satu  berkas rekening koran Bank BCA dengan nomor Rekening  7855094908 atas nama Nurrizkiah Juliyanty.

Hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa, masyarakat menjadi rugi, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan hal-hal yang meringankan kepada terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa masih mudah untuk bisa mengubah sikapnya, terdakwa bersikap sopan selama dipersidangan, dan terdakwa mengakui perbuatannya.

Tim PH Sahidin Malan, Safrin S.Aman dan Halid Fadel mengungkapnkan, atas putusan majelis hakim pihaknya masih pikir-pikir. PH menganggap putusan  yang dijatuhkan terhadap terdakwa  tidak ada rasa  keadilan sama sekali. Karena posisi terdakwa bukan pasif bukan aktif. Untuk itu tim PH setelah menerima putusan akan menentukan langkah selanjutnya. (mg-07/lex)

Share
Berita Terkait

Pelaku Pembaptisan Massal Ditangkap

04/03/2019, 14:26 WIT

Player CV Ubay Jaya Ditahan

08/03/2018, 13:02 WIT

Dana Ratusan Miliar Menguap

09/03/2018, 12:54 WIT

TKW Tewas Jatuh Saat Berusaha Kabur

07/09/2019, 12:18 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan