Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Di Sula, Pelamar Capai 908 Orang

Di Sula, Pelamar Capai 908 Orang

Diposting pada 22/11/2019, 14:33 WIT
KONSULTASI: Staf BKPSDM Kepsul memberikan penjelasan kepada calon pelamar CPNS kemarin. ft ikram
KONSULTASI: Staf BKPSDM Kepsul memberikan penjelasan kepada calon pelamar CPNS kemarin. ft ikram

Pendaftar Tenaga Kesehatan Paling Sedikit

Peliput : Ikram dan Sofyan

Editor : Bukhari Kamaruddin

SANANA - Jumlah pelamar CPNS di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) terus bertambah. Hingga hari ke-11 kemarin (21/11), pelamarnya mencapai 908 orang. Padahal kuota yang disediakan hanya 99 jabatan. Ini artinya satu jabatan diperebutkan oleh 9 pelamar.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepsul, Imran Umalekhoa menuturkan, jumlah ini akan masih bertambah sampai batas akhir pendaftaran Senin (25/11) pekan depan. ”Angka pelamarnya dipastikan akan bertambah karena sampai sekarang masih ada yang melakukan pengurusan,” kata Imran di kantornya, Kamis (21/11).

Menurutnya, seleksi kali ini terbilang cukup ketat dari tahun sebelumnya. Dimana, para pelamar diminta untuk memperhatikan betul persyaratan yang di-upload. ”Karena kalau salah maka sudah tidak bisa diulangi lagi, ”jelasnya. Sementara itu, panitia juga membuka pelayanan konsultasi CPNS bagi pelamar yang masih bingung saat mengupload. Beberapa pelamar bahkan ditelepon oleh verifikator untuk membawa serta dokumen yang diminta oleh panitia. Rita, salah satu pelamar saat ditemui koran ini mengaku ditelepon oleh panitia karena sertifikat akreditasi serta SK akreditasi, diupload dalam dua file. ”Mestinya kita gabung dalam satu file baru di-upload jadi panitia telepon sekalian membawa dokumen akreditasi tersebut biar panitia juga cek secara fisik,” kata Rita.

Salah satu petugas verifikator mengaku, dalam pendaftaran tidak ada pemberkasan sehingga panitia bisa membijaki bukan persyaratan prinsip, seperti salah upload jurusan yang tidak sesuai maupun memisahkan dokumen akreditasi. ”Tapi begitu bukan berarti dinyatakan lulus karena kesepakatan kelulusan itu nanti diputuskan dalam tim pansel yang diketahui oleh kepala badan,” jelasnya.
Di satu sisi,  beberapa pelamar dari Sekolah Tinggi Agama Islam Babussalam,  dipastikan tidak akan lulus dalam pemberkasan. Pasalnya, formasi yang diterima di Kepsul hanya guru Agama Islam, namun yang melamar justru dari sarjana Hukum Islam sehingga tidak sesuai dengan jabatan yang dibutuhkan. "Tahun lalu juga begitu tidak ada jurusan di kita tapi masih tetap ada pelamar, sebagian besar formasi ada di Kemenag, " kata salah satu panitia.

Sementara itu di Morotai, hingga kemarin pelamar untuk formasi tenaga kesehatan baru 71 orang dari total pelamar sebanyak 497 orang. “Untuk tenaga kesehatan baru 71 orang yang mendaftar, tenaga teknis 208 pelamar, dan tenaga pendidikan 218 pelamar,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pulau Morotai, Hi. Alfatah Sibua. Kuota Pemkab Morotai tahun ini  sebanyak 164 orang, dengan rincian tenaga pendidikan 39 orang, kesehatan 45 orang dan teknis 80 orang. (ikh/tr-04/onk).

Share
Berita Terkait

Tiga Pejabat Dicopot

22/02/2018, 11:59 WIT

Prabowo-Sandi Unggul di Lapas Sanana

18/04/2019, 12:56 WIT

Ayah Hamili Anak Kandung

28/11/2018, 12:32 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan