Kamis, 12 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / FEATURE / Perkebunan Kelapa Sawit Dapat Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Perkebunan Kelapa Sawit Dapat Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Diposting pada 25/11/2019, 14:58 WIT
 STUDI BANDING: Rombongan calon petani plasma kelapa sawit PT Dede Gandasuling dari Desa Waijoi dan Jikomoi, Kecamatan Wasile Selatan.
STUDI BANDING: Rombongan calon petani plasma kelapa sawit PT Dede Gandasuling dari Desa Waijoi dan Jikomoi, Kecamatan Wasile Selatan.

Studi Banding Calon Petani Plasma Kelapa Sawit Desa Waijoi dan Jikomoi ke Kalbar

SANGGAU – Rombongan calon petani plasma kelapa sawit PT Dede Gandasuling dari Desa Waijoi dan Jikomoi, Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, Maluku Utara (Malut) telah mengikuti studi banding di perkebunan kelapa sawit PT. Mitra Austral Sejahtera (MAS) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) selama empat hari, mulai Senin (18/11) sampai Kamis (21/11) lalu.

Ditemani Camat Wasile Selatan, Perwakilan Kanwil BPN Maluku Utara dan Pemda setempat serta perwakilan PT Dede Gandasuling, rombongan disambut General Manager PT. MAS, Kun Hardadi didampingi Ketua KUD Kapetha dan pengurus serta jajaran manager estate PT MAS, juga Kepala Desa Rahayu dan Pandan Sembuat serta perwakilan petani lainnya. Di samping itu, kegiatan ini juga melibatkan insan media, baik dari media lokal Maluku Utara maupun media lokal Kalimantan Barat.
Departemen Legal HO Jakarta, Saslihadi menyampaikan, studi banding ini merupakan salah satu program kerja yang dilakukan oleh PT DGS untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat mengenai perkebunan kelapa sawit secara umum, dan khususnya untuk membuka wawasan dan cara pandang masyarakat tentang kelapa sawit terkait kontribusi PT DGS dalam berinvestasi dan berpartisipasi di wilayah mereka. "Diharapkan dengan adanya studi banding ini peserta dapat mentransfer informasi yang didapatkan serta ikut serta aktif menyosialisasikan kepada warga masyarakat lainnya mengenai pentingnya investasi dan dapat ikut berpartisipasi mendukung kegiatan tersebut di wilayah mereka. Sebab, situasi kondusif merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan dalam suatu kegiatan investasi di wilayah tertentu," ujarnya dalam rilis yang diterima Malut Post, Minggu (24/11).

Dia menjelaskan alasan memilih PT MAS sebagai tempat studi banding, yakni didasari pertimbangan bahwa PT MAS merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan manajemen terbaik yang ada di Kabupaten Sanggau. “Serta salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berhasil dalam mengelola dan membina kebun plasma masyarakat," sambung Saslihadi.

Selama studi banding, peserta diberikan materi tentang perkebunan kelapa sawit oleh manajemen PT MAS dan materi tentang plasma dari Koperasi Unit Desa Kapheta yang merupakan salah satu KUD binaan PT MAS. "Sehingga Peserta dapat berinteraksi langsung dengan pelaku perkebunan dan pelaku program kebun plasma," katanya.

Tak hanya itu, peserta studi banding diajak untuk melihat langsung perkebunan kelapa sawit inti dan plasma serta sekaligus meninjau pabrik pengolahan kelapa sawit yang ada di PT MAS.
Di kesempatan yang sama, PT MAS juga menyampaikan bahwa selain program plasma, pihaknya juga melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai salah satu peran aktif PT MAS kepada masyarakat desa sekitar areal PT MAS. "Antara lain pemberian santunan anak yatim, pembangunan fisik sarana ibadah. Ikut serta dalam acara adat istiadat setempat. Dan tak kalah pentingnya PT MAS ikut berperan aktif mendukung program pemerintah dalam memajukan dunia Pendidikan masyarakat dengan bantuan pembangunan sarana prasarana sekolah, pemberian bantuan untuk tenaga guru honorer serta pada tahun 2019 ini memberikan bea siswa kepada putra desa terbaik yang kurang mampu untuk melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi hingga menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi," tuturnya.

Terkait penyerapan tenaga kerja, General Manager Kun Hardadi mengatakan diambil dari warga setempat, terkecuali untuk tenaga ahli. “Faktanya sampai dengan hari ini mayoritas karyawan PT MAS adalah warga lokal setempat, terkecuali staf tenaga ahli/profesional, masih direkrut dari luar yang mempunyai pengalaman. Sebagai contoh jika ada misalnya tenaga mekanik yang dari warga setempat yang mempunyai keahlian dan pengalaman akan menjadi prioritas sebagai karyawan, “terangnya.

Dirinya juga meyakinkan terkait manfaat berkelanjutan kelapa sawit bagi kesejahteraan masyarakat hingga anak cucu. “Jangan lagi ada ragu-ragu, pastinya sejauh yang saya alami sudah hampir 30 tahun bekerja di kebun kelapa sawit. Saya melihat di Kalbar kelapa sawit memang manfaatnya besar sekali untuk meningkatkan ekonomi pedesaan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rahayu, Kecamatan Parindu, Urbanus mengaku dirinya dan warga menjadi bukti nyata dampak positif keberadaan sawit. “Sebelum masuknya PT MAS ini ekonominya sangat jauh berbeda, terlihat dari sumber penghasilan tetap belum dapat diprediksi. Namun sekarang minimal 1 Kepala Keluarga (KK) yang miliki 1 kapling, kurang lebih luasnya 2 hektare, penghasilan mereka per hektarenya sekitar 2 ton. Artinya 1 bulan dapat 4 ton (panen 2 kali sebulan). Dengan harga sawit Rp 1.000 per kilogram, artinya pendapatan dengan 2 hektare dengan 2 kali bekerja dalam sebulan sudah menghasilkan sebanyak 4 juta dan bagi petani yang masih miliki tanah masih bisa menanam lagi jadi dari segi ekonomi sangat jauh perubahannya dari masa-masa sebelum sawit,” paparnya.

Apalagi dari segi infrastruktur dan pendidikan juga tak luput. “Infrastruktur jalan dan jembatan itu sangat jauh berubah, juga dari segi pendidikan. Tadinya untuk mencari warga dengan tamatan SMP saja susah, kalau sekarang untuk masuk ke perguruan tinggi sudah sangat banyak. Itu artinya sangat membantu bagi kita,” aku Urbanus.

Camat Wasile Selatan yang ikut mendampingi studi banding, Man Usman mewakili pemerintah daerah Halmahera Timur (Haltim) akan menyampaikan hasil studi banding yang positif ini kepada masyarakat yang ada di lima desa sekitar areal izin HGU perusahaan kepala sawit PT Dede Gandasuling.  

"Dengan harapan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, supaya masyarakat dapat menerima kelapa sawit di areal Kecamatan Wasile Selatan," katanya.

Untuk itu, dia menandaskan, pemerintah kecamatan sangat berharap kepada masyarakat, khususnya di areal kelapa sawit agar dapat menerima PT DGS untuk mengelola kelapa sawit. "Ada beberapa tahap yang perlu dilihat. Pertama, mengubah mindset pola pikir masyarakat, kedua meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dan memberikan kontribusi pendapatan daerah," pungkasnya.

Peserta calon petani kelapa sawit antusias mengikuti studi banding tersebut dan berharap perkebunan kelapa sawit bisa dibangun dan berkembang di Kecamatan Wasile Selatan seperti halnya daerah-daerah lain yang ada di Indonesia.(mg-05/pn/jfr)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan