Kamis, 12 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / OPINI / Apakah Parpol Biang Kerok Konflik?

Apakah Parpol Biang Kerok Konflik?

Diposting pada 25/11/2019, 14:38 WIT

BENIH konflik mulai bermunculan jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).  Ini ditandai dengan saling sikut dalam perebutan rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN).

Saling sikut ini terjadi antara bakal  calon Bupati Bahrain Kasuba dengan Usman Sidik. Betapa tidak, rekomendasi partai berlambang matahari itu, sebelumnya diperoleh Usman Sidik yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DP) PAN Provinsi Maluku Utara (Malut) Zamrud Hi. Wahab.

Namun, belakangan, rekomendasi PAN kembali jatuh ke tangan Bahrain Kasuba. Rekomendasi yang diterima Bahrain yang juga calon petahana ini diberikan langsung oleh Ketua DPW PAN Malut Madjid Husen pada Jumat, 22 November 2019.  

Bahkan, Bahrain sendiri menegaskan jika rekomendasi PAN tidak berubah alias sudah final ke dirinya.  Nah, hal yang perlu dikritisi adalah berubahnya rekomendasi PAN. Apakah rekomendasi yang berada di tangan Usman adalah palsu setelah kembali dikantongi Bahrain? Ataukah yang berada di Bahrain?

Tentu ini akan menjadi akar konflik, terutama antara partai politik dengan bakal calon, khusus bakal calon kepala daerah yang sudah menerima rekomendasi lalu dibatalkan. Meskipun, di satu sisi pemberian rekomendasi adalah hak prerogatif partai politik, namun dari sisi moral politik, konsistensi parpol bersangkutan patut dipertanyakan.

Karena bagaimana mungkin rekomendasi awal diberikan oleh pengurus aktif berkedudukan sebagai Sekwil PAN Malut bisa berubah? Dan, mengapa Ketua Wilayah dengan tanpa malu-malu menyerahkan lagi rekomendasi ke bakal calon kepala daerah yang berbeda? Bagaimana pertanggung jawab moral PAN terhadap publik? Karena rekomendasi yang diberikan kepada Usman Sidik telah diketahui publik.   

Karena itu, persoalan ini perlu mendapat perhatian instansi-instansi terkait, baik instansi yang melaksanakan pemilu, mengawasi pemilu maupun instansi yang bertugas menjaga keamanan selama berlangsungnya pilkada. Dan, dalam kasus ini, bisa jadi, parpol merupakan biang kerok dari konflik yang terjadi dalam pilkada.  (*)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan