Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / INTERNASIONAL / Ratusan Perempuan Dibunuh dalam Setahun

Ratusan Perempuan Dibunuh dalam Setahun

Diposting pada 25/11/2019, 14:36 WIT
DEMO menentang femisida di Paris. (Alain Jocard/AFP Photo)
DEMO menentang femisida di Paris. (Alain Jocard/AFP Photo)

Ribuan Orang Demo di Paris

Paris - Ada gejala bernama femisida (femicide), yakni pembunuhan terhadap perempuan dilatarbelakangi isu gender. Dalam setahun, ratusan perempuan dibunuh pasangannya di Prancis. Demonstrasi besar digelar untuk memprotes hal itu.

Dilansir AFP, Minggu (24/11/2019), ribuan orang berunjuk rasa demi menghentikan kekerasan berbasis gender dan femisida, pada Sabtu (23/11) waktu setempat. Kurang lebih, 116 perempuan tewas di tangan pasangannya pada setahun terakhir.

Iring-iringan (long march) dimulai dari arah gedung opera. Orang-orang mengusung spandung dan plakat, umumnya berwarna ungu, isinya adalah mengutuk femisida.

"Hentikan patriarki!" bunyi salah satu spanduk yang mereka usung. "Hentikan sikap bungkam, bukan perempuan," bunyi spanduk lainnya.

Sekitar 30 iring-iringan telah dihelat di seluruh Prancis. Ada 70 kelompok, partai politik, dan serikat pekerja yang terlibat."Ini adalah iring-iringan yang bersejarah," kata salah seorang koordinator aksi, Caroline De Haas. Paris bagian tengah menjadi 'lautan ungu', warna yang diusung dalam aksi protes kalii ini. "Dengan aksi ini, kami akan membuat otoritas melakukan langkah yang diperlukan," kata salah satu koordinator aksi di Facebook.

Pemerintah diharapkan mengumumkan 40 langkah pada Senin (25/11) hari ini  untuk mengakhiri gejala yang merenggut banyak nyawa itu. Berdasarkan investigasi AFP, 116 perempuan dibunuh di Prancis, dilakukan oleh suami, kekasih, atau mantan pasangan. (dtc/jfr)

 

Share
Berita Terkait

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan