Minggu, 15 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Oknum Honorer Jualan Ganja

Oknum Honorer Jualan Ganja

Diposting pada 27/11/2019, 14:45 WIT
 KONFERENSI PERS: Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan (tengah) saat menggelar jumpa pers penangkapan tiga pelaku narkotika, Selasa (26/11). Dua diantara para pelaku adalah oknum PNS dan honorer HUMAS POLDA FOR MALUT POST
KONFERENSI PERS: Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan (tengah) saat menggelar jumpa pers penangkapan tiga pelaku narkotika, Selasa (26/11). Dua diantara para pelaku adalah oknum PNS dan honorer HUMAS POLDA FOR MALUT POST

Satu PNS Ikut Diciduk

TERNATE – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara kembali mengungkap tiga kasus dugaan penyalahgunaan narkoba golongan satu jenis ganja. Total barang bukti yang diamankan berupa ganja seberat 27,64 gram. Ironisnya, dua dari tiga pelaku narkotika ini adalah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan honorer di Pemkot Ternate.

Kepala Bidang Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan dalam konferensi pers yang digelar kemarin (26/22) mengungkapkan, penangkapan ketiga orang itu bermula dari tertangkapnya tersangka SB alias Y (32). SB ditangkap pada Senin (4/11) sekira pukul 00.30 Waktu Indonesia Timur di area Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate. “Penangkapan SB itu kita lakukan setelah dapat informasi dari pegawai Lapas Kelas IIA Ternate bahwa telah terjadi tindak pidana narkotika jenis ganja kering yang dilakukan SB dengan cara membawa narkotika jenis ganja kering tepatnya di lingkungan Lapas Kelas II A Ternate,” kata Adip di Mapolda Malut.

Berdasarkan informasi tersebut, lanjut Adip, anggota polisi langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan badan terhadap terlapor SB. Penggeledahan itu awalnya tak menemukan barang bukti apapun. “Waktu penangkapan kita tidak menemukan barang yang kita curigai, tetapi dilakukan pengembangan baru ditemukan dua sachet plastik sedang berisi narkotika jenis ganja kering seberat 20,91 gram yang disimpan dalam kantong kresek warna merah di balik tembok area Lapas Kelas IIA Ternate,” tuturnya.

Atas perbuatannya, SB dikenakan Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara 5 hingga 20 tahun.

Penangkapan kembali dilakukan pada Senin (18/11). Personel Ditresnarkoba menciduk FP alias R (32) yang merupakan oknum PNS di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Tikep. FP ditangkap di belakang eks Kantor Wali Kota Ternate.

Dari tangan FP diamankan barang bukti berupa satu sachet kecil plastik bening narkotika jenis ganja kering dengan berat 1,09 gram. Benda itu disimpannya di saku depan celana. Setelah dilakukan interogasi, FP mengaku membeli ganja kering tersebut dari KRS alias O (33).
Polisi bergerak cepat menangkap KRS di kediamannya di Kelurahan Maliaro, Kecamatan Kota Ternate Tengah, pada hari yang sama. KRS merupakan pegawai honorer di Satuan Polisi Pamong Praja Kota Ternate.

Di tangan KRS ditemukan barang bukti berupa delapan linting ganja kering yang diisi ke dalam pembungkus rokok Marlboro merah dengan berat 3,15 gram, dua //sachet// kecil plastik bening berisi narkotika jenis ganja kering yang diisi ke dalam pembungkus rokok Surya dengan berat 1,79 gram, satu buah kertas tembakau, tiga pak plastik kecil warna bening, serta satu ponsel merek Xiaomi berwarna hitam.

Atas perbuatan tersebut, keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 111 ayat (1) UU Narkotika.

Kasubbag Binops Dit Resnarkoba Polda Malut AKP Aziz Ibrahim Muamar menegaskan, dalam penangkapan PNS dan honorer tersebut juga terdapat satu terduga pengguna lain. Hanya saja dalam penangkapan tersebut yang bersangkutan tidak ditemukan barang bukti dan langsung dilakukan rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Perwakilan (BNNP) Malut. “Memang ada rekan mereka yang juga ikut diamankan, tapi penggeledahan dia tidak ada barang bukti dan langsung direhabilitasi karena hasil urine positif,” pungkasnya.

Pecat
Terpisah, Kepala Satpol PP Ternate Fandi Tumina yang dikonfirmasi terkait penangkapan salah satu anggotanya mengaku terkejut saat mendengar kabar tersebut. Dia bilang, selama ini KRS dikenal aktif dan disiplin menjalankan tugas. “Kartono melaksanakan tugas sehari-hari di Dinas Pendidikan, dan tidak pernah lalai dalam tugas. Tapi kalau seperti ini, terpaksa harus dipecat," ujarnya.

Menurut Fandi, pemecatan itu mengacu pada kontrak kerja Pegawai Tidak Tetap (PTT). Dimana dalam klausul kontrak kerja menerangkan bahwa jika pegawai melakukan perbuatan melanggar hukum, maka langsung dipecat. "Saya sudah melaporkan masalah ini ke pimpinan. Dan untuk kasus narkoba PNS pun dipecat, apalagi PTT. Kita yang berada di lembaga penegak hukum daerah tentu harus tegas masalah ini," tukasnya.

Ketegasan Fandi ini berbeda halnya dengan sikap DPMD Tikep, institusi tempat tersangka FP alias R bekerja. Meski FP sudah ditangkap sejak sepekan lalu, pihak DPMD mengaku belum mengetahui kejadian penangkapan tersebut.

Sekretaris DPMD, Selvia M. Nur, saat dikonfirmasi mengaku baru mendengar informasi mengenai penangkapan oknum anak buahnya itu. "Mohon maaf saya tidak tahu informasi itu. Saya sementara ada di Jakarta sementara ikut kegiatan. Maaf ya, saya belum tahu," kata Selvia saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Kepala DPMD, Hamid Abdullah, yang saat ini memasuki purnatugas saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon enggan merespons. Malut Post coba menghubunginya beberapa kali namun tak diangkat.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tikep, Sura Husain, juga mengaku belum mendapat informasi ini. Dirinya bahkan kaget ketika mendengar ada salah satu oknum PNS di lingkup Pemkot Tikep yang ditangkap gegara narkoba. "Saya baru tahu ini, nanti saya cek kebenarannya," ujarnya.

Soal sanksi keterlibatan PNS dengan narkoba, Sura menjelaskan bahwa seseorang yang terjerat dengan hukum pihaknya harus menunggu keputusan pengadilan. Terkait dengan narkoba, jika putusan lebih dari dua tahun, maka akan dipecat. "Kalau di atas dua tahun, maka dipecat. Kalau di bawah dari dua tahun maka akan dilakukan pembinaan," terangnya.(aby/udi/cr-03/kai)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan