Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Dikbud Malut Gelar FGD Cagar Budaya Nasional

Dikbud Malut Gelar FGD Cagar Budaya Nasional

Diposting pada 27/11/2019, 14:35 WIT
CAGAR BUDAYA: Pihak Dikbud dan peserta FGD berpose usai kegiatan.
CAGAR BUDAYA: Pihak Dikbud dan peserta FGD berpose usai kegiatan.

TIDORE - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara (Malut) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) registrasi cagar budaya nasional. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari yakni 26-28 November ini bertempat di Hotel Yusmar, Sofifi. Kegiatan ini dibuka Kepala Bidang Kebudayaan, Dikbud Malut, Ahmad S. Kamis, dengan melibatkan tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Malut dan akademisi Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Khairun.

Ahmad S. Kamis, kepada Malut Post, mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi sekarang ini, Malut tidak punya tim ahli soal cagar budaya nasional. Padahal, setiap daerah memiliki cagar budaya yang apabila diusulkan menjadi cagar budaya daerah maupun nasional, harus dikaji oleh tim ahli. "Kita sebenarnya di tahun 2018 dan 2019 sudah mengupayakan tim ahli ini, hanya saja terhambat pada anggaran. Kita berupaya pada 2020 ini semoga pembentukan tim ahli bisa tercapai," ujarnya.

Pihaknya, kata Ahmad, juga merespons ke kabupaten/kota untuk dibentuk tim ahli cagar budaya. Karena data Base tentang cagar budaya ada di masing-masing kabupaten/kota, maka kabupaten/kota harus memiliki cagar budaya. Jika tidak, maka hal ini akan mengalami kesulitan pada penetapan nanti. "Syarat dalam UU nomor 10 tahun 2009 itu kita harus memiliki tim ahli, ini yang jadi problem. Kita punya cagar budaya cukup banyak dan potensial, baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan. Namun kendala kita adalah tim ahli, sehingga terhambat," terangnya.

Untuk itu, pada kegiatan registrasi cagar budaya nasional ini bisa memiliki data awal. Data awal inilah yang kemudian akan dikaji jika sudah ada tim ahli. Dari data yang telah dikaji dengan baik dari sisi ilmiahnya, diharapkan bisa memprogramkan dalam rangka pemajuan kebudayaan. Karena, bagia dia, pariwisata itu bisa dimanfaatkan dari nilai cagar budaya itu. Terkait dengan kendala sumber daya mengenai tim ahli ini, Dikbud akan mengupayakan memfasilitasi kabupaten/kota untuk membentuk tim ahli.

Memang, menurut dia, Malut memiliki akademisi antropologi maupun sejarah banyak di kampus, namun untuk arkeologi masih kurang. Pihaknya akan membentuk tim ahli minimal 5 atau 7 orang di provinsi. "Kalau kita punya satu tim di provinsi itu sudah cukup, namun bagusnya lagi kalau di kabupaten/kota juga ada tim ahli bisa berkolaborasi untuk turun mendata dan mengkaji cagar budaya. Untuk itu kita anggarkan pembentukan tim ahli di 2020 nanti," jelasnya.

Sementara Ketua Panitia FGD, Amrin Umasugi, dalam laporannya mengatakan bahwa FGD ini diikuti peserta 43 peserta, masing-masing 30 peserta dari kabupaten/kota dan 14 tim penyusun. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Tujuan kegiatan ini adalah mendapatkan data-data dari cagar budaya yang nanti akan dikaji dan dibawa ke pusat. (cr-03/pn/lex)

 

Share
Berita Terkait

Sultan Tidore Apresiasi Rizal Ramli

05/04/2018, 12:36 WIT

Tak Terima, Yaser Marah

10/10/2018, 11:34 WIT

Tuan Rumah KKN Kebangsaan

19/02/2019, 09:25 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan