Jumat, 06 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / PT BPN Diminta Ganti Rugi Lahan Warga

PT BPN Diminta Ganti Rugi Lahan Warga

Diposting pada 27/11/2019, 14:39 WIT
 MENGADU: Warga korban aktivitas perusahaan PT Bhakti Pertiwi Nusantara (BPN) saat mengadu ke Komisi III DPRD Halmahera Tengah, Selasa (26/11). Ini dilakukan karena kebun mereka longsor yang diakibatkan oleh aktivitas perusahaan.
MENGADU: Warga korban aktivitas perusahaan PT Bhakti Pertiwi Nusantara (BPN) saat mengadu ke Komisi III DPRD Halmahera Tengah, Selasa (26/11). Ini dilakukan karena kebun mereka longsor yang diakibatkan oleh aktivitas perusahaan.

WEDA – Hadirnya PT Bhakti Pertiwi Nusantara (BPN) di Kecamatan Weda Utara Halmahera Tengah merusak perkebunan warga Desa Fritu Dusun II Sepo. Hal ini diakui Bernard Cino warga setempat kepada Malut Post, Selasa (26/11). Bernard mengatakan kebun miliknya di kilometer 6 longsor sekitar 300 meter akibat aktivitas pembuatan jalan air atau tanggul oleh perusahaan.”Longsornya tanah ini membuat tanaman pala saya tertimbun,”keluhnya.

       Kasus yang sama juga dialami Yertji Pokarila warga setempat. Menurutnya, kebun miliknya di kilometer 2 juga mengalami longsor sepanjang 150 meter akibat aktivitas perusahaan.”Tanaman saya seperti pala 60 pohon dan coklat 100 pohon ikut tertimbun,”ucapnya. Meski tanaman sudah menjadi korban, namun perusahaan tidak mau mengganti rugi dengan alasan lokasi tersebut merupakan kawasan hutan.

       Sementara Naftali warga setempat juga mengeluhkan aktivitas perusahaan.”Perusahaan ini mengambil material di dalam kebun saya di kilometer 4 tanpa sepengetahuan. Setelah saya tuntut ganti rugi perusahaan tidak mau bertanggungjawab,"ungkapnya. Sikap perusahaan yang acuh ini disikapi Sekretaris Komisi III DPRD Munadi Kilkoda. Menurutnya, kebun atau tanah yang dikelola masyarakat itu adalah hak ulayat. Kebun itu sudah dibuat masyarakat sebelum itu. Karenanya perusahaan wajib ganti rugi. Politisi Partai NasDem ini menegaskan langkah perusahaan ini merupakan kejahatan luar biasa karena melakukan penggusuran tanpa komunikasi terlebih dahulu dengan masyarakat. (mpf/met)

Share
Berita Terkait

Panwascam Temukan Pemilih Ganda

05/04/2018, 12:34 WIT

18 Perusahaan Beroperasi di Halteng

28/03/2019, 12:18 WIT

WBN Siap Serap 15 Ribu Tenaga Lokal

31/08/2018, 12:40 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan