Kamis, 12 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / OPINI / Perangi Sabung Ayam

Perangi Sabung Ayam

Diposting pada 27/11/2019, 14:16 WIT

APARAT keamanan kembali menjadi korban kekerasan warga sipil. Kejadian di Pulau Taliabu Jumat (22/11) lalu menyadarkan kita betapa tingginya risiko menjadi seorang aparat. Ancaman datang tak hanya kriminil, juga dari warga yang selama ini dilindungi.

Di tengah kekacauan, apa saja memang bisa terjadi. Situasi di Desa Nggele hari naas itu, seperti kronologis yang digambarkan pihak kepolisian, memang sedang kacau. Kekacauan yang bermula dari judi sabung ayam. Menarik sekaligus ironis, jika di daerah lain tindakan kriminal biasanya disebabkan pengaruh minuman keras, di Taliabu sabung ayam jadi pemicu. Tiga nyawa melayang sia-sia, satu orang terluka.

Judi sabung ayam bertentangan dengan Pasal 303 ayat 1 ke-2 juncto Pasal 303 bis ayat 1 ke-1 dan ke-2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian. Dalam ajaran Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia pun tindakan mengadu ayam dinyatakan haram sebab tergolong dalam bentuk penyiksaan binatang. Sekalipun tujuannya hanya untuk kesenangan tanpa memasukkan unsur judi.

Di Pulau Taliabu, informasi yang kami peroleh judi sabung ayam bukanlah hal asing. Mirisnya, kegiatan ini dibekingi ‘orang kuat’. Benar tidaknya praktik bekingan ini masih menjadi misteri yang harus diselidiki lebih lanjut.

Namun dengan adanya kejadian yang menewaskan Bripka La Ode Saifuddin, Kanit Provos Polsek Taliabu Barat, sudah saatnya judi sabung ayam diperangi bersama. Baik aparat maupun masyarakat harus sama-sama memberantas dan menolak praktik ini. Aparat, terutama, harus tegas dan menjalankan undang-undang yang berlaku tentang pemberantasan judi sabung ayam.

Secara sosial mungkin sulit diberantas, tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi jika sabung ayam sudah jadi satu ‘tradisi’ bagi masyarakat setempat. Namun habit sosial bisa diubah dengan ketegasan dan pergantian kebiasaan baru yang lebih positif. Makin produktif masyarakat, makin tak punya waktu mereka untuk melakukan tindak kriminal.(*)

 

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan