Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / OLAHRAGA / 3 Pemain Binter Bawa Bhayangkara Juara EPA

3 Pemain Binter Bawa Bhayangkara Juara EPA

Diposting pada 27/11/2019, 14:23 WIT
GO NASIONAL: Tiga punggawa Binter Football Academy yang memperkuat Bhayangkara FC U-18 pada kompetisi Elite Pro Academy 2019
GO NASIONAL: Tiga punggawa Binter Football Academy yang memperkuat Bhayangkara FC U-18 pada kompetisi Elite Pro Academy 2019

Kalahkan PSIS Semarang dengan Skor Tipis di Final

Editor : Haiyun Umamit

YOGYAKARTA - Bhayangkara FC berhasil meraih juara Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-18 2019. Gelar spektakuler itu diraih setelah menang tipis 1-0 atas PSIS Semarang dalam laga final di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (25/11) petang.

Bhayangkara FC meraih peringkat satu tersebut juga tidak terlepas dari peran dan kontribusi tiga pemain Maluku Utara. Tiga pemain tersebut yakni, Hasbullah Kader, Arya Salim dan Izzulhaq Mochtar. Ketiga pemain asal Binter Football Academy Ternate tersebut telah memperkuat Bhayangkara FC pada kompetisi resmi PSSI kategori usia 18 tahun Elite Pro 2019.

Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal. Beberapa peluang pun dihasilkan kedua tim, namun tidak ada gol yang tercipta pada babak pertama. Jual-beli serangan kembali terjadi pada babak kedua. Hingga akhirnya, Bhayangkara berhasil memecahkan kebuntuan melalui gol penalti Galih Trianggoro Mahmud pada menit ke-75. Itu menjadi gol penentu kemenangan di laga ini, sekaligus memastikan Bhayangkara meraih juara.

Sejatinya, Kedua klub memiliki sejumlah peluang namun gagal membuahkan gol. Salah satu peluang PSIS Semarang U-18 di babak pertama. Meski kedua tim memiliki sejumlah peluang berbahaya, skor saat ini masih sama kuat 0-0. Bhayangkara FC mencetak gol di babak kedua dan memastikan diri juara Elite Pro Academy U-18 2019.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, mengatakan, pembinaan usia dini yang berkelanjutan akan menjadi kunci tim nasional yang sukses di masa depan. “Setelah tahun lalu ada Liga 1 U-16, tahun ini kita tambah dengan adanya Liga 1 U-18. Ini merupakan investasi penting untuk sepak bola Indonesia,” kata Ratu Tisham pada laman PSSI.

“Selamat untuk Bhayangkara FC telah menorehkan diri sebagai juara pertama Liga 1 U-18. Selamat juga untuk semua yang mendapatkan penghargaan. Tapi prinsipnya,semua yang terlibat dalam kompetisi ini berhak untuk mendapatkan penghargaan karena telah berpartisipasi membantu pengembangan usia muda, yang mana bermanfaat untuk masa depan sepak bola kita,” lanjutnya.
Satu-satunya gol yang pada pertandingan Bhayangkara FC kontra PSIS Semarang tercipta lima menit jelang pertandingan usai. Adalah Galih Trianggoro yang berhasil mencetak gol melalui proses tendangan penalti setelah pelanggaran handball terjadi di kotak penalti PSIS Semarang.

Meskipun PSIS mampu mengontrol dan mendominasi permainan, lini pertahanan Bhayangkara patut mendapatkan pujian karena tak tergoyahkan sepanjang laga. Pasukan lini belakang yang dipimpin Liba Valentino begitu kokoh dan disiplin dalam menghalau laju serangan lini depan PSIS Semarang.
Pola serangan balik Bhayangkara FC yang justru malah kerap membahayakan lini pertahanan Mahesa Jenar, hingga akhirnya pelanggaran handball tercipta di akhir babak kedua laga, dan berakhir untuk gol satu-satunya Bhayangkara FC.

Jelang menghadapi Bhayangkara FC di partai final, pelatih PSIS Semarang U18, Khusnul Yaqien mengatakan pihaknya sudah melakukan analisis calon lawan. "Persiapan kami sama seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya. Kami lakukan persiapan secara maksimal. Untuk laga final ini kami juga sudah lakukan analisis video pertandingan untuk disampaikan ke pemain," kata Khusnul, usai laga.

Sementara itu, Persija berhasil merengkuh peringkat ketiga, setelah secara dramatis menaklukkan Bali United lewat babak adu penalti (11-10). Selain meraih peringkat ketiga, Persija juga menyabet gelar akademi terbaik. Untuk pemain terbaik diberikan kepada Irfan Jauhari (Bali United). Begitu juga topskor diberikan kepada penyerang Bali United, Kadek Dimas dengan koleksi 16 gol. Dwi Prio Utomo yang merupakan pelatih Bhayangkara dinobatkan sebagai pelatih terbaik pada tahun ini. Kemudian, Bhayangkara juga meraih gelar tim fair-play. (ril/net/yun)

 

Share
Berita Terkait

Sepak Bola Indonesia Harus Maju

18/04/2019, 10:49 WIT

Asprov Panggil 43 Pemain

13/02/2019, 13:21 WIT

Zamroni Dipanggil Perkuat PSPS Riau

07/03/2018, 13:12 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan