Minggu, 15 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Pecat Karyawan Warga Demo PT IWIP

Pecat Karyawan Warga Demo PT IWIP

Diposting pada 29/11/2019, 14:48 WIT
AKSI: Warga lingkar tambang saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT IWIP, Kamis (28/11) kemarin. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas pemecatan karyawan yang dinilai dilakukan sepihak oleh perusahaan.
AKSI: Warga lingkar tambang saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT IWIP, Kamis (28/11) kemarin. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas pemecatan karyawan yang dinilai dilakukan sepihak oleh perusahaan.

Agnes: Yang Tidak Disiplin Kontraknya tak Diperpanjang

Editor : Muhammad Nur Husen

Peliput : Fahruddin Udi

WEDA – Warga delapan desa di seputaran lingkar tambang PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT IWIP, Kamis (28/11). Aksi dilakukan karena perusahaan dinilai memecat karyawan lokal tidak sesuai prosedur. Jefri Burnama yang juga  koordinator lapangan (korlap) dalam aksi meminta PT IWIP segera memanggil kembali karyawan lokal yang dipecat secara sepihak, serta meminta agar perekrutan karyawan memprioritaskan warga lingkar tambang. Tak hanya itu, massa juga meminta perusahaan memberhentikan Roslina Sangaji (HRD PT IWIP) karena tidak berpihak pada masyarakat. Sementara anggota DPRD Halteng Munadi Kilkoda mengatakan perusahaan ini sejak melakukan kegiatan konstruksi hingga kini pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) tidak jelas."Kita tidak tahu besaran CSR yang  menjadi hak masyarakat yang harusnya diberikan  PT IWIP. Padahal ini sebenarnya kewajiban yang mestinya dilaksanakan perusahaan,”ujarnya.

       Menurutnya,  sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk menjelaskan besaran CSR kepada masyarakat. Bentuk pengelolaannya nanti disepakati apakah masyarakat akan mempercayai perusahaan atau pemerintah atau disepakati semacam ada yayasan untuk dikelola. Sementara terkait tenaga kerja, ia meminta perusahaan menjelaskan kepada pemerintah dan masyarakat soal penyebab pemecatan."Kita berharap keberadaan perusahaan ini membantu pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran karena faktor ini akan mempengaruhi tingkat kemiskinan,”harapnya.

       Karena itu, keberadaan perusahaan mestinya bisa menjawab kebutuhan pemerintah dan masyarakat.”Kalau sampai pada titik tertentu lebih banyak berbicara kepentingan orang luar untuk bekerja di perusahaan dari pada putra asli daerah, maka perusahaan ini wajib hukum untuk digugat. Jadi sangat disayangkan proses pemutusan hubungan kerja yang dilakukan dinilai sepihak karena tanpa penjelasan,”ucapnya. Tak hanya itu, politisi Partai NasDem ini juga meminta perusahaan tidak hanya berpikir profit yang bisa didapat dari eksploitasi SDA, tetapi perusahaan juga harus taat pada hukum yang mengatur tentang tanggung jawab sosial, ekonomi dan lingkungan."Kalau itu tidak dilakukan, perusahaan ini lebih baik angkat kaki dibandingkan dengan berinvestasi di wilayah ini dan mendatangkan hal yang mudarat dibanding maanfaatnya,"tegasnya.

       Sementara Humas PT IWIP Agnes Megawati yang dikonfirmasi mengatakan perusahaan sudah mengakomodir permintaan warga untuk berdiskusi perihal tuntutan warga tersebut. Dari hasil diskusi disepakati akan memberikan kesempatan kepada warga yang kontraknya tidak diperpanjang untuk dipekerjakan kembali dengan catatan bahwa alasan tidak diperpanjang kontrak sebelumnya bukan karena pelanggaran berat. "Perihal program CSR perusahaan di bidang infrastruktur, perusahaan akan menindaklanjuti aspirasi warga Gemaf- Lelilef untuk perbaikan jalan,”ucapnya.

       Menurutnya, selama ini perusahaan sudah mempertimbangkan dengan baik dan hati-hati dalam memutuskan perpanjangan kontrak karyawan. Bagi yang kontraknya tidak diperpanjang adalah karyawan yang tidak disiplin, mempunyai performance kerja yang rendah dan yang melakukan beberapa pelanggaran."Harus diketahui, perusahaan juga tidak serta merta memutuskan kontrak kerja  melainkan memberikan surat peringatan terlebih dahulu hingga beberapa kali,”ujarnya. (mpf/met)

 

Share
Berita Terkait

Panwascam Temukan Pemilih Ganda

05/04/2018, 12:34 WIT

18 Perusahaan Beroperasi di Halteng

28/03/2019, 12:18 WIT

WBN Siap Serap 15 Ribu Tenaga Lokal

31/08/2018, 12:40 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan