Minggu, 15 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / / Gubernur Resmikan KMP Mutiara Pertiwi 1

Gubernur Resmikan KMP Mutiara Pertiwi 1

Diposting pada 02/12/2019, 14:44 WIT
UJI COBA: Gubernur Abdul Gani Kasuba didampingi Karo Humas Mulyadi Tutupoho dan sejumlah pejabat saat hendak melakukan uji coba dan memeriksa kelengkapan KMP Mutiara Pertiwi 1, Sabtu (30/11). GUNAWAN TIDORE/MALUT POST
UJI COBA: Gubernur Abdul Gani Kasuba didampingi Karo Humas Mulyadi Tutupoho dan sejumlah pejabat saat hendak melakukan uji coba dan memeriksa kelengkapan KMP Mutiara Pertiwi 1, Sabtu (30/11). GUNAWAN TIDORE/MALUT POST

SOFIFI - Gubernur Provinsi Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba (AGK), Sabtu (30/11) meresmikan Kapal Feri KMP Mutiara Pertiwi 1 milik PT. Atosim Lampung Pelayaran Cabang Ternate di Pelabuhan Feri Bastiong Ternate. AGK didampingi Manager Cabang PT Atosim Lampung Pelayaran Cabang Ternate Laode Muhammad Irfal, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Malut Armin Jakaria, Karo Humas Mulyadi Tutupoho, Kepala KSOP Ahmad Yani Kelas II Ternate Taher Laitupa, Kepala Seksi Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XXIV Dirjen Perhubungan Darat Yanuar Efan Thamrin, dan sejumlah petugas ASDP Ternate serta pihak Syahbandar Ternate.

 

Peresmian kapal buatan Jepang oleh AGK itu dilakukan melalui uji coba di atas laut kurang lebih 1 jam sekaligus dilakukan pengecekan kelengkapan kapal. Setelah itu, AGK bersama beberapa pejabat daerah dan kementerian langsung balik dan kembali berlabuh di Pelabuhan Feri Bastiong. ”Fasilitas perhubungan laut semakin bagus dan mudah-mudahan bagus terus, karena kapal buatan Jepang pasti bagus," singkat AGK kepada sejumlah awak media usai melakukan peresmian KMP Mutiara Pertiwi I.

Sementara Manager Cabang PT Atosim Lampung Pelayaran Cabang Ternate Laode Muhammad Irfal mengatakan kapal feri tersebut sebelumnya pernah beroperasi di Lombok tahun 2016 hingga 2018 setelah docking di Surabaya. “Selanjutnya kapal tersebut dibawa ke Ternate guna operasi pelayaran dengan rute Ternate-Bitung," jelas Laode.

Menurutnya, kedatangan kapal ini merupakan permintaan Gubernur atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara guna melakukan pelayanan penumpang di Maluku Utara. Sebelumnya, kata dia, telah dilakukan pengecekan seluruh kelengkapan navigasi dan alat keselamatan pelayaran kapal oleh pihak KSOP dan instansi terkait lainnya.

Dia mengatakan, daya tampung muatan untuk penumpang sebanyak 140 jiwa (penumpang) dan untuk kendaraan campuran sebanyak 28 unit, dengan jarak tempuh antara Ternate-Bitung bisa mencapai 12 jam. Kapal tersebut dilengkapi dengan ruang untuk sopir, ibu menyusui dan tempat ibadah (musala). ”Kapal ini setelah tiba dari Jepang langsung dioperasikan di Lombok, terhitung sejak tahun 2016 hingga 2018 dan terakhir siap melakukan operasi pelayaran di Maluku Utara tahun 2019. Kapal Feri milik ALP Cabang Ternate yang beroperasi saat ini sudah tercatat sebanyak empat kapal, di antaranya tiga kapal melakukan operasi pelayaran Ternate-Sofifi, dan satu kapal yang baru diresmikan ini rute pelayaran Ternate-Bitung,"  ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Malut Armin Jakaria membenarkan pernyataan Irfal. Menurutnya, selain satu kapal yang diresmikan gubernur, masih ada permintaan Gubernur untuk menambah dua kapal lagi, dengan pelayanan rute pelayaran penyeberangan Babang, Saketa, Tobelo, dan Morotai. Hanya saja pihak ALP masih perlu melakukan survei terkait kebutuhan yang ada. Karena menurut Gubernur seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas pembangunan sehingga jalur itu dianggap padat. “Karena selama ini kita keterbatasan armada. Untuk itu dengan ALP ini bisa menambah armada untuk saling menutupi. Bahkan beberapa waktu lalu juga ada bantuan sekitar tiga kapal pelra dari Dirjen Perhubungan Laut untuk pelayanan penumpang Ternate-Tidore, dan Moti-Kayoa," ujarnya.

Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Ahmad Yani Kelas II Ternate Taher Laitupa menegaskan bahwa terkait masalah surat izin berlayar akan dikeluarkan saat hendak berlayar. ”Kapal ini kan sudah selesai docking, jadi tinggal hal teknis saja dari Syahbandar. Pastinya setiap kapal itu mau berlayar, baru dikeluarkan izin," tuturnya.

Sementara Kepala Seksi Dirjen Perhubungan Darat Yanuar Efan Thamrin menambahkan, untuk KMP Mutiara Pertiwi I yang telah diresmikan AGK telah mendapatkan izin operasi dan surat keputusan SK SPM dari Dirjen Perhubungan Darat. Pihaknya bersama-sama dengan Dishub Malut sudah melakukan pemeriksaan terkait kelengkapan alat keselamatan navigasi. “Semua dinyatakan lengkap dan layak beroperasi sesuai Peraturan Menteri Nomor 80 tahun 2019 tentang Standar Kelayakan Kapal Penumpang Angkutan Penyeberangan," tutupnya.(cr-01/adv/jfr)

 

Share
Berita Terkait

Jokowi Menang Telak di Desa Danny

18/04/2019, 13:04 WIT

Danyonif RK 732/Banau Berganti

07/12/2018, 12:50 WIT

Sehari, Empat Tewas di Jalan

12/03/2018, 12:37 WIT

Jembatan Goin - Kedi Tuntas 2020

22/07/2019, 14:17 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan