Minggu, 08 Desember 2019

 Headline
MALUT POST / OLAHRAGA / Garuda Muda Harus Lebih Fokus

Garuda Muda Harus Lebih Fokus

Diposting pada 03/12/2019, 13:46 WIT
HARUS FOKUS: Punggawa Timnas U-22 usai takluk dari Vietnam, Minggu kemarin
HARUS FOKUS: Punggawa Timnas U-22 usai takluk dari Vietnam, Minggu kemarin

MANILA - Timnas Indonesia U-22 dihadapkan ke Brunei Darussalam di lanjutan SEA Games 2019. Belum pernah tumbang, Garuda Muda juga mempunyai catatan pernah menang besar atas Brunei. Indonesia vs Brunei berlangsung di Binan Football Stadium, Binan, Selasa (3/12) malam nanti. Tim asuhan Indra Sjafri membutuhkan kemenangan besar untuk menjaga kesempatan lolos ke semifinal SEA Games 2019.

Di klasemen Grup B cabang olahraga sepakbola SEA Games 2019, Indonesia ada di posisi ketiga dengan raihan 6 poin. Raihan itu sama dengan Thailand. Namun demikian, War Elephants –julukan Thailand, ada di posisi lebih baik karena unggul selisih gol.

Indonesia wajib menang besar atas Brunie. Thailand menghajar Brunei 7-0, sementara Vietnam memetik kemenangan dengan skor enam gol tanpa balas. Di SEA Games, Indonesia vs Brunei sudah enam kali berhadapan. Hasilnya, ada empat kemenangan dan dua hasil imbang. Kemenangan terbesar Indonesia atas Brunei dicatatkan pada SEA Games 2001. Saat itu, Indonesia menang 9-0.
Ada dua pemain yang membukukan hat-trick saat Indonesia berpesta gol saat itu. Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy yang mencatatkan trigol. Sementara tiga gol lainnya tercatat atas naman Budi Sudarsono (2 gol) dan Isnan Ali.

Sebelumnya, Timnas Indonesia U-22 tumbang dari Vietnam di lanjutan Grup B SEA Games 2019. Garuda Muda tak mau lama-lama terpuruk, langsung fokus ke laga berikutnya. Saat bertanding di Rizal Memorial Stadium, Minggu (1/12) malam WIB, Indonesia kalah 1-2 dari Vietnam. Mencetak gol lebih dulu via Sani Rizki Fauzi, tim Merah-Putih gagal mempertahankan keunggulan.

Vietnam membalas dua gol di babak kedua. Nguyen Thanh Chung dan Nguyen Hoang Duc yang menjadi pencetak gol untuk barisan asuhan Park Hang-seo. Hasil itu jelas membuat Indonesia kecewa. Sani menegaskan bahwa dia dan rekan-rekannya tak mau berlama-lama kecewa.

Pertandingan dengan Brunei Darussalam sudah menunggu Indonesia, Selasa (3/12). Duel itu berlangsung di Binan Football Stadium, Binan. Indonesia dituntut untuk membukukan banyak gol untuk berjaga-jaga harus hitung-hitungan selisih gol dengan Vietnam dan Thailand untuk mengunci satu tempat di semifinal. Saat ini, Vietnam sudah membukukan 14 gol. Sementara Thailand sudah membukukan 10 gol.

"Kalau lihat hasil pertandingan ya kecewa, kami belum bisa memenangkan pertandingan," kata Sani selepas laga. "Kami harus lupakan, harus menatap pertandingan berikutnya agar kami bisa diberikan kemenangan selalu," dia menambahkan.

Jika melihat statistik melawan Vietnam, memang Indonesia sedikit punya kekurangan dari aspek fisik. Hal itu yang dimanfaatkan Vietnam dengan keunggulan fisik mereka dibanding Indonesia. Vietnam dalam laga ini banyak mengancam Indonesia di babak kedua lewat sepak pojok. Beberapa kesempatan terbuang sia-sia berkat kepiawaian Nadeo Agrawinata dan payahnya penyelesaian akhir Vietnam.

"Set piece selalu penting. Jadi, kami selalu melatihnya dan hari ini kami memiliki keuntungan fisik dari indonesia. Saya menekankan kepada pemain untuk menggunakan keunggulan fisik itu," kata pelatih Vietnam Park Hang-seo.

Hang-seo juga mengungkapkan bawah dia mengubah formasi di babak kedua. Semula, 3-4-3 tak berjalan dengan baik, kemudian bergeser ke 3-5-2.

"Kami gunakan formasi 3-4-3 di babak pertama, tapi ternyata kami gagal mencetak gol. Kami ganti dengan menempatkan satu lagi penyerang tengah, yaitu nomor Ha Duc Chinh dan itu bekerja dengan baik," ungkapnya.

"Pada dasarnya kami gunakan formasi 3-4-3, tapi kami juga bisa menggunakan 3-5-2 dan bisa juga dengan empat bek. Setiap formasi tergantung kondisi dan kesempatan," tegasnya. (dtc/yun)

 

Share
Berita Terkait

Sepak Bola Indonesia Harus Maju

18/04/2019, 10:49 WIT

Asprov Panggil 43 Pemain

13/02/2019, 13:21 WIT

Zamroni Dipanggil Perkuat PSPS Riau

07/03/2018, 13:12 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan