Rabu, 29 Januari 2020

 Headline
MALUT POST / MAJANG POLIS / Jelang Magang, Siswa SMK Gantung Diri

Jelang Magang, Siswa SMK Gantung Diri

Diposting pada 04/12/2019, 14:16 WIT
KORBAN: Jasad AGM alias Al (16), siswa SMK yang bunuh diri, setelah diturunkan dari gantungan tali dan dibaringkan di kasur, Selasa (3/12) HIZBULLAH MUJI/MALUT POST
KORBAN: Jasad AGM alias Al (16), siswa SMK yang bunuh diri, setelah diturunkan dari gantungan tali dan dibaringkan di kasur, Selasa (3/12) HIZBULLAH MUJI/MALUT POST

TERNATE – AGM alias Al (16), siswa kelas 2 SMK Negeri 2 Ternate, memutuskan mengakhiri hidupnya dengan tragis. Al gantung diri di rumahnya di RT/RW 003/002 Kelurahan Tabam, Kota Ternate Utara, sekira pukul 15.30 WIT, Selasa (3/12). Hingga kini polisi belum bisa mengungkapkan motif remaja tersebut bunuh diri. Beragam spekulasi pun bermunculan terkait penyebab tindakan nekat Al.

Jasad Al pertama kali ditemukan adik perempuannya, IM (11). Kala itu, gadis cilik tersebut baru saja pulang membeli jajanan. IM awalnya melihat seluruh pintu rumah dalam kondisi terkunci. Hal ini membuatnya penasaran.

Sebelum membuka pintu, ia memutuskan mengintip dulu ke dalam rumah. Tak disangka, pemandangan yang dilihatnya amat memilukan. Sang kakak tergantung tali di ruang tamu yang merangkap sebagai ruang makan. Seragam sekolahnya masih ia kenakan.

IM yang ketakutan langsung berlari ke rumah tetangga untuk minta tolong. Warga pun mendobrak pintu rumah. Sebagian warga melaporkan ke polisi untuk datang memeriksa.

Saat kejadian, Al hanya sendirian di rumah. Kakak sulungnya, FM (19), tengah bekerja di sebuah agen ekspedisi. Sedangkan adiknya yang hanya berbeda setahun, AM (15), sedang keluar bersama teman-temannya.

Ayah mereka, Hanafi Eso, bekerja di sebuah perusahaan tambang di Weda, Halmahera Tengah, sementara sang ibu Irna Hi Amin berada di Desa Tiowor, Kecamatan Kao Teluk, Halmahera Utara, bersama si bungsu. Selama ini keempat bersaudara ini memang hanya tinggal berempat di rumah. Orangtua sekali-kali datang menjenguk mereka.

Menurut AM, ketika ia pulang sekolah beberapa jam sebelumnya sang kakak sudah lebih dulu ada di rumah. Al sempat menanyakan uang Rp 5 ribu miliknya yang diletakkan di meja makan, namun dijawab tak tahu oleh AM. Ia juga menanyakan makanan untuk makan siang namun di atas meja hanya ada nasi tanpa lauk. “Kakak juga bilang rasa dingin,” kata AM. Ketika AM meninggalkan rumah, Al tengah berbaring di kasur ruangan yang sama tempat ia menggantung diri, masih mengenakan seragam.

Usai Al mengakhiri hidupnya, sang kakak FM dikabari. Orangtuanya juga langsung bertolak dari kampung halaman menuju Ternate. Pihak keluarga mengaku tak tahu penyebab Al bunuh diri.
Kapolsek Ternate Utara IPTU Efrian Mustaqim Bititi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, awalnya ia mendapat laporan ada dugaan percobaan bunuh diri. Efrian pun langsung mengarahkan anggotanya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Pak RT menghubungi saya bahwa ada percobaan bunuh diri. Ternyata anggota sampai di TKP bukan percobaan bunuh diri tetapi bunuh diri,” ungkap Efrian.

Tanpa Pertanda
Kepala Sekolah SMK 2 Kota Ternate Kamaludin Ahmad saat diwawancarai membenarkan siswanya yang gantung diri itu. Kamaludin mengaku belum mengetahui apa penyebab siswa jurusan Kelistrikan itu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. "Tadi pas ditanyakan sama teman-temanya mereka sampaikan kalau sebelum gantung diri dia masih bercanda dengan temannya (di sekolah). Pas balik temannya dengar kabar kalau dia sudah gantung diri," ucapnya.

Kamaludin mengatakan Al merupakan siswa yang rajin dan tidak pernah membuat masalah. "Soal masalah (penyebab bunuh diri) ini saya juga belum bisa pastikan apakah dia ada masalah di sekolah atau seperti apa, tapi nanti akan ditelusuri lagi," pungkasnya.

S, salah satu teman sekelas korban kepada Malut Post mengungkapkan siang hari sebelum Al bunuh diri mereka masih sempat bermain bersama di sekolah. S bilang, ketika masih duduk di bangku kelas 1 Al terkenal sangat aktif. “Tapi setelah kelas 2 dia jadi pendiam sekali. Tapi kami tidak tahu pasti kenapa,” kata dia.

S mengaku tak punya firasat apa-apa sebelumnya. Sebab Al tak menunjukkan perilaku yang mencurigakan selama di sekolah. “Kami merasa kehilangan seorang teman baik. Padahal bulan Januari minggu kedua kami turun magang," sambungnya.

Januari nanti Al dan teman-temannya memang dijadwalkan akan mulai magang untuk mempraktikkan ilmu mereka di lapangan. Untuk magang itu, S bilang para siswa dikenakan uang magang sekira Rp 2 juta. “Tapi Al tidak pernah cerita atau mengeluh soal apapun masalah pribadinya,” tuturnya.
Sementara tetangga korban bilang Al merupakan anak yang dikenal tak banyak neko-neko. Hubungannya dengan para tetangga sangat dekat. “Kalau pulang sekolah kadang diajak makan di rumah sini. Dan dia sudah terbiasa, jadi tidak sungkan-sungkan lagi,” kata Fardi, salah satu tetangga.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Pembaca pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.(mg-07/aya/kai)

Share

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan