Rabu, 29 Januari 2020

 Headline
MALUT POST / POLITIK / Kemenhub Terima Usulan AGK

Kemenhub Terima Usulan AGK

Diposting pada 04/12/2019, 14:18 WIT
HASAN SADILI
HASAN SADILI

TIDORE – Usulan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) terkait pemindahan pelabuhan yang disinggahi kapal tol laut diakomodir Kementerian Perhubungan. Itu berarti, kapal tol laut yang sebelumnya mampir di Pelabuhan Trikora, Goto, Kota Tidore Kepulauan, bakal dipindah ke ibukota provinsi, Sofifi mulai 2020 nanti. Pemindahan ini diharapkan dapat lebih menggairahkan perputaran ekonomi di Kota Sofifi dan sekitarnya.

Kepastian pemindahan pelabuhan tol laut ini disampaikan Kepala Seksi Tranper dan Pelayaran Rakyat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Hasan Sadili, dalam kunjungan kerjanya di Tikep, Selasa (3/12). Hasan mengungkapkan, penentuan trayek tol laut 2020 dilakukan sebulan lalu. Saat itu pihaknya mengundang 300 pengelola pelabuhan yang disinggahi tol laut di seluruh Indonesia. “Dari pertemuan tersebut dapat diketahui apakah tol laut masih dibutuhkan atau tidak pada suatu daerah,” kata dia.

Saat itu, Tikep diwakili Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Soasio, Rosihan Gantjim. Rosihan pun menyampaikan usulan pemindahan trayek tol laut dari Pelabuhan Trikora ke salah satu pelabuhan di wilayah Oba, Tikep. "Ada satu pelabuhan, tapi bukan di Sofifi (pusat kota, red). Ada satu itu di Gita kayaknya atau apa, tapi yang jelas masih di sekitar sini (pesisir Oba, red), nanti saya cek lagi. Alasannya karena pelabuhan itu ada masyarakatnya, tapi tidak disinggahi kapal komersial, sehingga masyarakat itu lebih membutuhkan tol laut," jelas Hasan.

Alasan lain usulan pemindahan itu adalah lantaran Pelabuhan Trikora dinilai sudah banyak disinggahi kapa komersial. Alhasil tanpa disuplai tol laut pun ketersediaan bahan pokok di Kota Tidore tetap terjamin. "Misalkan kalau tol laut tetap dipaksakan mampir di Tidore, nanti yang akan terjadi adalah pelaku usaha akan sedikit demi sedikit menurun. Yang tadinya trading itu sudah terbentuk di masyarakat, dengan adanya intervensi pemerintah terhadap tol laut, maka nanti pemodal-pemodal itu lama kelamaan tidak bisa bersaing dengan tol laut. Karena tarif komersial dengan tarif tol laut sangat jauh berbeda," terang Hasan.

Dia mencontohkan, tarif angkutan tol laut dari Surabaya sampai Tidore hanya Rp 9 juta, sedangkan tarif kapal komersial bisa sampai Rp 15 juta. "Ini lama kelamaan muatan kapal komersial yang sudah terbentuk itu akan menurun. Kita tidak boleh menurunkan trading yang tadinya perdagangan sudah tercipta," sambungnya.

Hasan menambahkan, tol laut dan kapal perintis sebetulnya adalah langkah pemerintah untuk menstimulus dengan menganggarkan alokasi anggaran yang ada saat ini. "Tetapi lama-lama setelah trading terbentuk, misalkan trade, follow, ship, nanti ship akan kita tarik. Sehingga perdagangan itu akan tercipta antara pihak-pihak swasta secara komersial dan dari situlah ekonomi Indonesia akan tumbuh. Tapi kalau murahnya harga sembilan bahan pokok disebabkan subsidi yang jumlahnya tidak terlalu banyak, maka akan memupuskan perdagangan yang sudah terbentuk di Pelabuhan Tidore," jabarnya.

Pada dasarnya, kata Hasan lagi, Kemenhub sudah menyetujui usulan pemindahan pelabuhan itu. "Namun pada perjalanannya akan dievaluasi, apakah Pelabuhan Trikora ini masih membutuhkan tol laut atau tidak. Jika masih dibutuhkan, tetap tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan rute yang kembali menyinggahi Pelabuhan Trikora," tukasnya. "Tanggal 2 Januari 2020 seluruh tol laut akan beroperasi.”

Kepala KUPP Soasio, Rosihan Gantjim, saat dikonfirmasi mengungkapkan, usulan pemindahan pelabuhan datang dari Gubernur AGK. Pihaknya hanya melakukan pendampingan dengan menyampaikan saat rapat bersama Kemenhub. "Gubernur yang mengusulkan. Perkara setujui atau tidak, itu dari pusat yang punya wewenang. Usulnya di Sofifi, pelabuhan bekas PT Darco," pungkasnya.(cr-03/kai)

 

Share
Berita Terkait

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

18/04/2019, 14:36 WIT

SS DPR RI Diduga Disembunyikan

18/04/2019, 14:25 WIT

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan