Rabu, 29 Januari 2020

 Headline
MALUT POST / POLITIK / Hewan Endemik Malut Dipulangkan dari Sulut

Hewan Endemik Malut Dipulangkan dari Sulut

Diposting pada 06/12/2019, 14:38 WIT
PENERIMAAN: BKSDA Maluku menerima satwa liar endemik Maluku dan Maluku Utara dari BKSDA SULUT DOK. BKSDA MALUKU
PENERIMAAN: BKSDA Maluku menerima satwa liar endemik Maluku dan Maluku Utara dari BKSDA SULUT DOK. BKSDA MALUKU

AMBON – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku menerima penyerahan satwa liar endemik Maluku dan Maluku Utara dari BKSDA Sulawesi Utara. Hewan-hewan ini nantinya akan dikembalikan ke habitatnya. Seluruh satwa tersebut merupakan hasil sitaan dari para pelaku penyelundupan satwa untuk diperjualbelikan di pasar luar negeri.

Penyerahan hewan dari BKSDA Sulut ke BKSDA Maluku itu dilakukan Rabu (4/12) kemarin di Pelabuhan Laut Slamet Riyadi Ambon. Hewan yang diserahkan berupa 10 ekor burung Kakatua Maluku Cacatua moluccensis) dan 6 ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana). Penyerahan burung tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyerahan satwa liar endemik Maluku dan Malut yang dilakukan BKSDA Sulut pada 30 November lalu di Pelabuhan Laut Bastiong Kota Ternate. Saat itu BKSDA Sulut menyerahkan satwa liar ke Balai Taman Nasional (BTN) Aketajawe-Lolobata sebanyak 23 ekor burung endemik Malut yang terdiri dari 4 ekor Kakatua Putih (Cacatua alba), 6 ekor Nuri Kalung Ungu (Eos squamata) dan 13 ekor Kasturi Ternate (Lorius garrulus).

Dilansir dari laman resmi BKSDA Maluku, BKSDA Sulut juga menyerahkan satwa liar berupa 4 ekor Kera Yakis (Macaca nigra). Kera yakis yang merupakan satwa endemik Malut itu langsung dibawa ke Resort Bacan untuk proses habituasi persiapan pelepasliaran yang akan dilakukan di kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Gunung Sibela Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan. Sedangkan 10 ekor Kakatua Maluku dan 6 Kakatua Tanimbar untuk sementara akan diistirahatkan di kandang Transit Passo. Selanjutnya 10 Kakatua Maluku itu akan direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Masihulan, sedangkan 6 Kakatua Tanimbar akan segera dilepasliarkan di habitat aslinya di Kepulauan Tanimbar.

Burung-burung tersebut merupakan satwa hasil sitaan, temuan dan penyerahan masyarakat yang terjadi di wilayah kerja BKSDA Sulut dan dititipkan untuk dirawat dan direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki. Sedangkan 4 ekor Kera Yakis merupakan hasil penyerahan dari masyarakat yang berada di Kota Ternate kepada petugas Seksi Konservasi Wilayah I Ternate BKSDA Maluku dan dititipkan di PPS Tasikoki.

Proses penyerahan dan pelepasliaran satwa dari BKSDA Sulut ini dilakukan karena satwa tersebut sudah menjalani masa karantina dan rehabilitasi di PPS Tasikoki kurang lebih 3 sampai 4 tahun. Mereka pun sudah dianggap mampu bertahan hidup di alam liar. Selain itu rencananya akhir tahun ini PPS Tasikoki akan menerima pengembalian satwa liar hasil sitaan (repatriasi) yang berhasil diamankan di wilayah Dafau Filipina, sehingga petugas harus mempersiapkan sarana dan prasarana untuk menampung satwa-satwa tersebut.(bksda/kai)

 

Share
Berita Terkait

Jokowi-Ma’ruf di Atas Angin

18/04/2019, 14:36 WIT

SS DPR RI Diduga Disembunyikan

18/04/2019, 14:25 WIT

Pemprov Dapat 378 Formasi

10/09/2018, 12:49 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan