Rabu, 29 Januari 2020

 Headline
MALUT POST / OLAHRAGA / Osvaldo Menggila di Fase Grup

Osvaldo Menggila di Fase Grup

Diposting pada 06/12/2019, 14:27 WIT
OSVALDO Haay
OSVALDO Haay

MANILA - Kelolosan Timnas Indonesia U-22 ke semifinal SEA Games 2019 tak lepas dari performa apik Osvaldo Haay. Pemain berusia 22 tahun itu menjadi top skor sementara. Osvaldo menjadi andalan Indonesia selama berlaga di SEA Games. Dari lima laga, pemain Persebaya Surabaya itu cuma gagal menjebol gawang Vietnam, ketika Indonesia kalah 1-2.

Sisanya, Osvaldo selalu mencetak gol. Masing-masing satu gol ke gawang Thailand dan Singapura, hat-trick ke gawang Brunei, dan dua gol ke gawang Laos.

Performa gemilang Osvaldo pun berperan besar atas kelolosan Indonesia. Sebab, tiap Osvaldo mencetak gol, maka Garuda Muda memenangkan laga-laga di Grup B.

Dengan torehan tujuh gol, Osvaldo memimpin daftar top skor sepakbola SEA Games. Ia mengungguli dua pemain Vietnam, Ha Duc Chinh dan Nguyen Tienh Linh serta Suphanat Mueanta, yang mencetak lima gol.

Timnas Indonesia U-23 sukses melaju ke semifinal SEA Games 2019. Pelatih Garuda Muda, Indra Sjafri, membuktikan ucapannya untuk mengubah Grup B yang disebut sebagai 'Grup Neraka' menjadi 'Grup Surga'.

Evan Dimas dkk memastikan diri melaju ke empat besar SEA Games 2019 usai melibas Laos 4-0 di Lapangan Imus Grandstand, Imus, Kamis (5/12) sore kemarin. Kemenangan ini menempatkan Garuda Muda di posisi runner-up klasemen akhir Grup B dengan 12 poin, kalah satu poin dari Vietnam yang finis sebagai juara grup.

Hasil ini menjadi pembuktian Indra Sjafri membawa Garuda Muda lolos dari Grup B yang disebut-sebut sebagai 'Grup Neraka'. Diketahui, persaingan Grup B tergolong kuat. Ada Thailand, Vietnam, dan Singapura yang selama ini sering menyulitkan Indonesia. Laos juga bukan lawan yang bisa diremehkan, mengingat Indonesia takluk 0-2 di pertemuan terakhir pada SEA Games 2009. Hanya Brunei Darussalam yang bisa dikatakan lawan mudah. Meski begitu, Indra tak gentar dengan lawan-lawan Indonesia. Sebelum berangkat ke Filipina, ia menegaskan ingin mengubah 'Grup Neraka' menjadi 'Grup Surga'.

"Neraka itu hanya ada di akhirat, di dunia nggak ada, yang ada hanya tantangan. Saya suka tantangan, tentu respon yang terbaik menghadapi tim-tim besar adalah tidak mempersiapkan diri asal-asalan, merekrut pemain yang berintegritas, konsistensi, dan punya cita-cita meraih emas," kata Indra dalam perbincangan dengan detikSport di acara D'Happening.

"Kedua, menyiapkan program kepelatihan yang tidak hanya skill, tapi juga mental dan ilmu-ilmu lain. Seperti pas rekrutmen, saya dapat info dari dokter di Jepang soal pemilihan pemain berdasarkan golongan darah. Selain itu ada tes psikotes, medical check up, lalu penentuan pemain sesuai dengan sidik jari atau DNA. Selain itu kita juga beri mereka ESQ dari Pak Ari Ginanjar. Saya ingin pemain yang terbaik untuk tim nasional. Mudah-mudahan grup neraka menjadi grup surga," katanya menambahkan.

Indra pun sukses membuktikan ucapannya. Meski kalah 1-2 dari Vietnam, namun Indonesia sukses membungkam Thailand 2-0, mengalahkan Singapura 2-0, membantai Brunei Darussalam 8-0, dan menghajar Laos 4-0. Indra Sjafri mengaku bersyukur dengan hasil kemenangan 4-0 atas Laos dan memastikan lolos tersebut. Dia menyebut, satu step ekspektasi telah tercapai. "Alhamdulillah, malam hari ini (kemarin, red) target pertama kami yaitu lolos semifinal telah tercapai," kata Indra usia laga.

Menurutnya, para Penggawa Garuda Muda, julukan Timnas Indonesia U-23, pada laga kontra Laos sudah bermain baik. Hanya, memang ada perbedaan  kualitas permainan antara babak pertama dan kedua.

"Pertandingan hari ini, kami lakoni dengan sangat baik walaupun babak pertama sedikit kurang bagus dalam game-nya," terang Indra.

Skuad Garuda Muda berhasil memenangi pertandingan dengan Laos sehingga mengumpulkan poin 12. Jumlah itu melebihi apa yang didapatkan pesaing Indonesia, Thailand yang hanya mengoleksi 10 poin. Indonesia sendiri lolos ke semifinal sebagai runner up Grup B. Artinya, Indonesia akan berhadapan dengan Myanmar sebagai juara Grup A di semifinal di Rizal Memorial Stadium, Manila, Sabtu (7/12) besok, pukul 15.00 WIB.

Setelah target pertama tercapai, harapan Indonesia selanjutnya ialah meraih target kedua, yakni medali emas SEA Games setelah kali terakhir didapat pada 1991 silam di Manila. (net/yun)

Share
Berita Terkait

Sepak Bola Indonesia Harus Maju

18/04/2019, 10:49 WIT

Asprov Panggil 43 Pemain

13/02/2019, 13:21 WIT

Zamroni Dipanggil Perkuat PSPS Riau

07/03/2018, 13:12 WIT

E-Paper

Berita Populer

Dahlan Iskan